Presiden Duterte Minta Abu Sayyaf Hentikan Penculikan

LB Ciputri Hutabarat    •    Sabtu, 26 Nov 2016 03:10 WIB
abu sayyaf
Presiden Duterte Minta Abu Sayyaf Hentikan Penculikan
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Filipina: Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Jumat, mengulurkan tawaran perdamaian kepada Abu Sayyaf. Duterte meminta kelompok pemberontak itu untuk mulai berunding dengannya, serta menghentikan pembajakan dan penculikan.

Beberapa bulan sebelumnya, Duterte sempat mengatakan tidak akan ada penyelesaian damai dalam menghadap Abu Sayyaf. Namun, Duterte berubah pikiran. Duterte pun mengatakan perang habis-habisan bukan jawabannya.

"Saya bisa saja jahat, tapi ini soal bangsa. Bisa saja saya lakukan saat ini juga," kata Duterte seperti dikutip dari Antara, Jumat (26/11/2016).

Dia menghitung pasukan berkekuatan 10.000 personel di Filipina Selatan ternyata tidak mampu mengendalikan penyanderaan. Akibatnya keamanan warga sipil bisa terancam.

"Saya bisa saja mengebomi mereka, tapi apa manfaatnya untuk kita? Membunuh 20.000 orang, menghabisi mereka dan mengebom mereka sampai mati. Apakah akan membawa perdamaian kalau saya menggunakan kekuatan?," ujar Duterte.

Abu Sayyaf yang memiliki kubu kekuatan di pulau Jolo dan Basilan, saat ini sedang menyandera 22 orang, yang sebagian besarnya merupakan warga asing. Kelompok itu menuntut tebusan puluhan ribu dolar bagi pembebasan para sandera.

Kelompok Abu Sayyaf awal tahun ini melakukan pemenggalan kepala terhadap dua sandera asal Kanada. Tragedi ini mengundang kecaman dari dunia internasional. Duterte pun telah meluncurkan proses perdamaian di seluruh negeri dengan para pemberontak Mao serta kelompok-kelompok separatis bersenjata dengan tujuan untuk menerapkan federalisme di Filipina.

Namun, ia mengatakan proses tersebut tidak melibatkan milisi Abu Sayyaf karena kelompok itu adalah musuh negara yang kejam dan telah membunuh orang-orang tak bersalah karena uang. Pada Jumat, Duterte mengatakan perundingan bisa dilangsungkan jika para pemberontak berhenti melakukan aksi-aksi ilegal mereka.

"Saya akan membangun sebuah rumah sakit di Basilan, jangan culik para pekerja, biarkan mereka bekerja. Kalau kalian (kelompok pemberontak, red) bisa benar-benar berhenti (melakukan aksi ilegal, red), mari kita berunding," ujarnya.


(LDS)