Rusuh Rakhine, Kemenlu Minta Penjelasan dari Dubes Myanmar

Sonya Michaella    •    Rabu, 23 Nov 2016 16:03 WIB
konflik myanmar
Rusuh Rakhine, Kemenlu Minta Penjelasan dari Dubes Myanmar
Jubir Kemenlu RI Arrmanatha Nasir (Foto: Sonya Michaella/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kerusuhan yang terjadi di wilayah Rakhine, Myanmar, memicu banyak kecaman dari negara internasional. Aung San Suu Kyi yang diam pun dikecam karena dinilai tak bertanggung jawab atas ulah militer Myanmar.
 
Indonesia, sebagai negara tetangga Myanmar dan sama-sama menjadi anggota ASEAN, mendorong adanya pemulihan di wilayah Rakhine.
 
"Ini kepentingan bersama negara ASEAN untuk menjaga keamanan stabilitas di kawasan ASEAN," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, di Kemenlu, Jakarta, Rabu (23/11/2016).
 
Apabila ada suatu negara anggota ASEAN terjadi ketidakstabilan, lanjutnya, dampaknya tidak hanya terjadi di negara tersebut, tapi juga di seluruh kawasan.
 
"Ini bukan desakan, tapi upaya kerja sama seluruh kawasan untuk membantu agar pemerintah suatu negara memulihkan kawasannya," ucapnya.
 
Dikatakan Arrmanatha, Indonesia pun mengikuti secara dekat berbagai perkembangan yang terjadi di Rakhine di mana pembantaian menimpa Muslim Rohingya.
 
"Duta besar Myanmar untuk Indonesia dipanggil ke Kemenlu RI pada Senin (21 November) dan bertemu dengan Dirjen Asia Pasifik Kemenlu untuk mendapat informasi terkini terkait Rakhine," tuturnya.
 
Pada hari yang sama juga, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi pun berbicara dengan Menteri Muda Utusan Luar Negeri Myanmar untuk mendapat perkembangan terkini dan menyampaikan pandangan Indonesia.
 
"Indonesia menyampaikan keprihatinan Indonesia atas jatuhnya korban di Rakhine. Indonesia harap pemerintah Myanmar bisa segera memulihkan situasi di Rakhine," ucap Arrmanatha.
 
Indonesia juga menekankan bahwa perlindungan dan penghormatan terhadap HAM bagi seluruh masyarakat di Rakhine, termasuk minoritas Islam agar dihormati dan dijaga.
 
Indonesia tidak tinggal diam melihat keadaan etnis Rohingya
 
Menlu Retno Marsudi menegaskan Indonesia tak tinggal diam dengan keadaaan suku Rohingya di Myanmar. Indonesia sudah berdiplomasi agar Myanmar menyelesaikan konflik dengan suku muslim tersebut.
 
Menurut Retno, sejak dari dulu Pemerintah Indonesia selalu berhubungan Pemerintah Myanmar memberikan bantuan pembangunan kapasitas.
 
 
Menurut mantan Dubes RI untuk Belanda itu, banyak bantuan teknis terkait isu-isu besar untuk kebutuhan Myanmar yang sudah diberikan Indonesia. Bantuan itu, kata dia, fokus di Negara Bagian Rakhine yang merupakan domisili suku Rohingya.
 
Retno juga mengungkapkan bahwa Indonesia selalu berbagi informasi bahwa kita pernah menghadapi situasi yang sama dengan Myanmar. Tetapi Indonesia menekankan bisa mentransformasikan diri menjadi sebuah negara yang demokratis.

 

 
(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA