Mahkamah Pakistan Hentikan Petisi Kasus Penistaan Agama

Willy Haryono    •    Selasa, 29 Jan 2019 20:01 WIB
pakistan
Mahkamah Pakistan Hentikan Petisi Kasus Penistaan Agama
Demonstran TLP menyerukan vonis mati untuk Asia Bibi dalam sebuah aksi di Karachi, Pakistan, 21 November 2018. (Foto: AFP/ASIF HASSAN)

Islamabad: Mahkamah Agung Pakistan menolak sebuah petisi yang menentang keputusan membebaskan Asia Bibi, seorang wanita Kristen yang terjerat kasus penistaan agama. Penolakan ini membuka jalan bagi Bibi untuk mengajukan suaka secara resmi ke negara lain.

"Setelah mempertimbangkan berbagai hal, ulasan dari petisi ini secara resmi dihentikan," ucap Ketua Hakim MA Pakistan Asif Saeed Khosa di Islamabad, seperti dilansir dari laman AFP, Selasa 29 Januari 2019.

Putusan MA langsung disambut sejumlah aktivis di Pakistan, yang mendorong pemerintah untuk segera mengizinkan Asia Bibi pergi ke negara lain. Di Pakistan, Asia Bibi masih menjadi target kelompok Muslim konservatif yang menginginkan dirinya dihukum mati.

Baca: Bebas dari Kasus Penghinaan Agama, Asia Bibi Masih Diburu

Spekulasi bermunculan di media Pakistan, bahwa Asia Bibi mungkin akan mencari suaka di beberapa negara Eropa atau Amerika Utara. Sejumlah rumor menyebut anak-anak Asia Bibi telah melarikan diri ke Kanada.

"Dia (Asia Bibi) seharusnya bisa bebas bersama keluarga dan tinggal dengan aman di negara pilihannya sendiri," ungkap pernyataan resmi Amnesty International.

Bibi divonis mati di pengadilan Pakistan pada 2010 dalam kasus penistaan agama. Namun MA Pakistan menghapuskan vonis itu tahun lalu.

Sebelum MA Pakistan mengeluarkan putusan hari ini, partai Tehreek-e-Labaik Pakistan (TLP) menyerukan kepada semua anggotanya untuk menunggu komando dan siap beraksi. Namun sebagian besar pemimpin TLP ditahan dalam operasi penyisiran Pakitan. Hanya ada segelintir simpatisan TLP yang terlihat di area MA Pakistan di Islamabad. 

Kasus Asia Bibi berawal dari insiden pada 2009, ketika dirinya diminta mengambil air saat bekerja di sebuah ladang di Distrik Sheikhupura, Punjab. Dia pun mencelupkan cangkirnya ke dalam mangkuk air. 
 
Para buruh wanita Muslim yang juga berada di ladang itu merasa keberatan. Mereka mengatakan Asia Bibi adalah non-Muslim, sehingga tidak boleh menyentuh mangkuk air. Perkelahian pun terjadi.
 
Seorang imam setempat kemudian mengklaim bahwa Bibi menghina nama Nabi Muhammad SAW dalam perseteruan itu. Asia Bibi membantahnya.


(WIL)