Belum Ada Kepastian Isu Rohingya Masuk ke DK PBB

Sonya Michaella    •    Rabu, 16 Jan 2019 18:16 WIB
rohingyaindonesia-pbb
Belum Ada Kepastian Isu Rohingya Masuk ke DK PBB
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Febryan Ruddyard. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).

Jakarta: Selain Palestina, isu pengungsi juga menjadi hal yang mungkin akan diangkat oleh Indonesia dengan posisinya yang saat ini menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

“Isu Rohingya ini sudah diangkat Inggris juga. Tapi belum ada kesepakatan apakah isu ini layak dibahas di DK PBB. Karena selama tidak mempengaruhi perdamaian dan keamanan, kemungkinan tidak akan dibawa,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Febrian Ruddyard, di Jakarta, Rabu, 16 Januari 2019.

Kendati demikian, isu pengungsi Rohingya ini tetap mendapat perhatian di sebuah komite di luar DK PBB untuk mencarikan solusi serta perlukan isu ini dibawa ke meja sidang DK PBB.

“Memang kalau kita nilai, ada beberapa poin di isu Rohingya ini yang berpotensi merusak perdamaian dan keamaann. Tapi belum ada kesempatan untuk membahas lebih dalam di DK PBB,” ucap Febrian.

Sebaliknya, dengan usulan Indonesia, badan penanggulangan bencana milik ASEAN, yaitu AHA Centre telah memiliki akses untuk memasuki Myanmar. Menurut Febrian, ASEAN-lah organisasi yang paling dekat untuk menangani pengungsi Rohingya.

“Tapi tetap kami bawa isu ini di DK, dengan beberapa cara salah satunya memaksimalkan penggunaan ASEAN untuk mengatasi permasalahan ini,” tuturnya lagi.

Sejak Agustus 2017, eksodus pengungsi Rohingya bertambah besar. Hampir satu juta lebih etnis Rohingya melarikan diri dari Rakhine State akibat bentrokan warga dengan militer Myanmar.

Saat ini, mayoritas dari mereka tinggal di kamp-kamp penampungan di perbatasan Bangladesh seperti Cox’s Bazar dan Kutupalong serta bergantung pada bantuan internasional setiap harinya. 


(FJR)