Indonesia Hargai Kebijakan AS untuk Lebih Dekat ke Asia

Stela Nau    •    Kamis, 08 Sep 2016 17:53 WIB
ktt asean
Indonesia Hargai Kebijakan AS untuk Lebih Dekat ke Asia
KTT ASEAN-AS di Vientiane, Laos (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Vientiane: Presiden Joko Widodo memuji kebijakan Amerika Serikat (AS) untuk lebih dekat ke Asia.
 
Dalam KTT ASEAN-AS di National Convention Centre, Vientiane, Laos pada Kamis 8 September 2016, Presiden menilai positif kebijakan tersebut.
 
"Indonesia menghargai kebijakan 'Pivot to Asia' sebagai upaya Presiden Obama mendekatkan diri dengan Asia dan menghasilkan kemitraan strategis ASEAN-AS," ucap Presiden Joko Widodo.
 
Dengan kebijakan ini muncul kerja sama yang membangun antara kedua kawasan. Pemberantasan Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah dua isu utama yang diangkat Presiden dalam pertemuan KTT ASEAN-AS ini.


Presiden Joko Widodo dalam pertemuan KTT ASEAN di Laos (Foto: AFP)
 
Dalam pertemuan yang dihadiri langsung oleh Presiden Barrack Obama dan seluruh kepala negara ASEAN, Presiden Jokowi menekankan mendesaknya pemberantasan IUU Fishing yang tidak saja mengancam keamanan dan lingkungan hidup namun juga menggerogoti kesejahteraan rakyat, setidaknya USD 20 milyar per tahun kerugian Indonesia akibat kejahatan ini. 
 
"Kerja sama pemberantasan IUU Fishing perlu terus dikedepankan, terutama penguatan kapasitas dan pertukaran informasi," jelas Presiden.
 
Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menyatakan pentingnya kerjasama ASEAN-AS dalam meningkatkan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang telah memberikan hasil positif dalam pertemuan di Sunnylands beberapa waktu lalu.
 
"Indonesia mendorong rencana pendirian ASEAN-US Connect, untuk memperkuat UMKM dan integrasi ekonomi ASEAN serta memberdayakan UMKM melalui pengembangan teknologi informasi," imbuhnya.

ASEAN kunci AS sebagai penyeimbang Asia Presiden Barack Obama juga menganggap penting keberadaan ASEAN di kawasan. Obama menilai ASEAN bersama AS sudah membangun kemitraan strategis dan AS menurutnya berkomitmen untuk membangun fondasi yang solid.

"Kita sudah berbagi visi bersama untuk kawasan ini, yang diartikulasikan dalam Deklarasi Sunnylands. Di dalamnya merupakan deklarasi yang mengatur Asia Pasifik yang dinamis, terbuka, secara ekonomis sangat kompetitif serta menghormati HAM," ucap Presiden Obama dalam pernyataannya.

"Melalui inisiatif ASEAN-AS Connect, kedua kawasan akan bekerja sama lebih mendalam secara ekonomi. Di saat integrasi ASEAN menghasilkan banyak kesempatan, AS akan bekerja sama untuk mempromosikan inovasi dan kewirausahaan antara kedua kawasan. Kami akan terus mendorong rampungnya Trans-Pacific Partnership," imbuh Obama.


Presiden Obama dalam KTT ASEAN-AS (Foto: AFP)

Presiden ke-44 AS itu juga menyebutkan akan terus melanjutkan kerja sama yang mengatasi konflik dengan cara damai, termasuk mengenai Laut China Selatan. 

"Saya menyadari adanya ketegangan, tetapi saya menantikan dialog konstruktif untuk meredakan ketegangan," pungkas Obama.

Obama juga menyebutkan keputusan dari Permanent Court of Arbitration (PCA) pada Juli lalu membantu mengklarifikasi hak maritim di Laut China Selatan. Putusan PCA itu menilai Tiongkok tidak memiliki hak historis dari Laut China Selatan, yang diperebutkan antara Negeri Tirai Bambu dengan negara anggota ASEAN seperti Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam dan Malaysia. 



(FJR)

JK Kritisi PBB di Sidang Umum ke-71 PBB

JK Kritisi PBB di Sidang Umum ke-71 PBB

17 hours Ago

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan sejumlah kritik terhadap PBB termasuk saran untuk mereformasi…

BERITA LAINNYA