Najib Minta Pemerintah Malaysia Transparan soal Kereta Cepat

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 31 May 2018 13:31 WIB
malaysia
Najib Minta Pemerintah Malaysia Transparan soal Kereta Cepat
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. (Foto: AFP).

Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan pemerintah harus transparan mengenai keputusan membatalkan proyek kereta cepat Kuala Lumpur-Singapura.

"Saya kecewa dengan keputusan terburu-buru ini dan mendesak pemerintah lebih transparan, serta melakukan negosiasi karena keputusan akan berdampak pada ekonomi ke depannya," ucap Najib lewat akun Facebook yang dikutip Channel News Asia, Kamis 31 Mei 2018.

Najib mengatakan proyek tersebut melibatkan penelitian bertahun-tahun yang terperinci. Lagipula, ucap dia, bermanfaat bagi sosial dan ekonomi Malaysia.

Dia menuturkan memahami jika pembatalan merupakan hak prerogatif Pakatan Harapan sebagai koalisi pemerintah. Namun dia mengaku kecewa dengan keputusan tersebut.

Najib menyebutkan dia bertanggung jawab atas proyek tersebut. "Saya merasa bertanggung jawab menjelaskan bagaimana koalisi pemerintah saat itu, Barisan Nasional membuat keputusan untuk meluncurkan proyek dengan Pemerintah Singapura," tukasnya.

Biaya proyeksi kereta cepat ini, ungkap Najib, mencapay 72 miliar ringgit Malaysia. "Biaya ini sudah termasuk pembebasan lahan yang harus dibayarkan kepada warga Malaysia berdasarkan ketentuan internasional," imbuhnya.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad bertekad membatalkan proyek kereta api cepat rute Kuala Lumpur menuju Singapura. Ia menegaskan tekadnya membatalkan proyek ini sudah final.

Proyek kereta cepat Malaysia-Singapura sudah disepakati beberapa tahun lalu. Kereta ini diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan hingga 90 menit dari durasi normal lebih kurang lima jam via jalur darat.




(WAH)