Malaysia Sebut Kedubes AS di Yerusalem Membahayakan Perdamaian

Sonya Michaella    •    Selasa, 15 May 2018 09:57 WIB
palestina israel
Malaysia Sebut Kedubes AS di Yerusalem Membahayakan Perdamaian
Peresmian Kedubes AS di Yerusalem oleh Ivanka Trump. (Foto: AFP)

Jakarta: Malaysia mengecam keras keputusan Amerika Serikat (AS) yang membuka kedutaan besarnya di Yerusalem, kemarin.

"Malaysia percaya jika pemindahan kedubes ini akan melemahkan dan membahayakan penyelesaian konflik Palestina dan Israel," sebut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Malaysia yang diterima Medcom.id, Selasa 15 Mei 2018.

Pembukaan kedubes baru ini, menurut Malaysia, jelas akan mengganggu keamanan dan stabilitas di kawasan.

Baca juga: Imam Masjid Al-Azhar Kecam Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem

"Malaysia tetap berpegang pada posisi Two State Solution untuk perdamaian Palestina dan Israel, di mana Yerusalem Timur adalah ibu kota Palestina," lanjut pernyataan itu.

Malaysia juga terus bekerja sama dengan semua negara yang mendukung kemerdekaan Palestina untuk segera menyelesaikan konflik ini.

Baru saja, Kedubes AS dibuka di Yerusalem dan diresmikan oleh putri dan menantu Presiden AS Donald Trump, Ivanka Trump dan Jared Kushner.

Sementara itu, menjelang peresmian Kedutaan Besar AS ke Yerusalem kemarin, sekitar 1.000 polisi disiagakan. Hal ini untuk mengantisipasi demonstrasi yang pecah oleh warga Palestina.

Bentrokan pun terjadi. Sekitar 40 ribu warga Palestina berunjuk rasa di perbatasan Gaza dan Israel dan 55 warga Palestina dikonfirmasi telah tewas. 

 


(WIL)