Pemuda Harus Bersatu Lawan Terorisme

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 14 May 2018 17:18 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Pemuda Harus Bersatu Lawan Terorisme
Menlu Retno Marsudi ajak kalangan muda bersatu lawan terorisme (Foto Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengajak seluruh anak muda Indonesia untuk bersatu melawan terorisme.
 
"Kita tidak takut. Kita tidak akan kalah dan kita akan melawan terorisme," ucap Menlu Retno dihadapan sejumlah mahasiswa dan duta besar negara asing dalam peresmian kantor Foreign Policy Community Indonesia (FPCI), Jakarta, Senin 14 Mei 2018.

 (Baca: Jokowi Ajak Mubaligh Basmi Terorisme).
 
Pernyataan ini dilontarkan Menlu RI pasca teror bom di Surabaya yang hingga kini secara keseluruhan menewaskan setidaknya 25 orang, termasuk anak-anak. Retno menambahkan bahwa terorisme tidak memiliki dasar agama apapun.
 
"Dalam konferensi tingkat tinggi ulama sedunia, para ulama mengatakan bahwa tidak ada agama di dunia yang membenarkan tindakan terorisme. Pesan ini sangat jelas," imbuhnya.
 
Menlu menambahkan, mayoritas masyarakat Indonesia menolak dan mengutuk aksi-aksi teror yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Karenanya dia mengajak anak-anak muda untum terus melawa paham radikalisme dan segala bentuk perbuatan teror.
 
"Kita merupakan negara yang sangat menjanjikan. Indonesia indah, kita negara yang beragam dan kita sangat menghargai satu sama lain," tegasnya.
 
Serangkaian serangam bom terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Masyarakat internasional menaruh perhatian atas insiden tersebut.
 
Beberapa negara sahabat mengucapkan bela sungkawa dan simpati atas tragedi tersebut.
 
(Baca: Kelompok JAD Diduga Ingin Kuasai Surabaya).
 
Hingga pagi 14 Mei, terjadi ledakan bom terbaru yang menyebabkan kembalinya jatuhnya korban. Hingga saat ini jumlah total korban jiwa mencapai 25 jiwa.
 
Kapolri Jenderal Titio Karnavian dalam keterangan persnya di Media Center Polda Jatim, Surabaya, Senin, 14 Mei 2018 menyebutkan, Kelompok teroris Jamaah Ansharud Daulah (JAD) bermaksud menguasai Kota Surabaya, Jawa Timur. Lantaran itu mereka melakukan aksi peledakan bom di beberapa lokasi di Surabaya dalam dua hari terakhir.
(FJR)