Militer Filipina Tak Sengaja Bunuh Enam Polisi

Willy Haryono    •    Selasa, 26 Jun 2018 13:04 WIB
filipina
Militer Filipina Tak Sengaja Bunuh Enam Polisi
Militer Filipina berpatroli di Datu Saudi Ampatuan, 8 Maret 2018. (Foto: AFP/FERDINANDH CABRERA)

Manila: Militer Filipina yang sedang memburu sekelompok gerilyawan tak sengaja menembak mati enam polisi dan melukai sembilan lainnya di area hutan dekat kota Santa Rita, sekitar 550 kilometer dari Manila.

Insiden pada Senin 25 Juni terjadi saat pemerintah Filipina menunda sementara negosiasi dengan pemberontak.

"Area perburuan adalah hutan, banyak sekali pepohonan dan sangat sulit untuk melihat posisi (petugas keamanan)," ujar Kapten Francis Agno, juru bicara untuk divisi militer Filipina, kepada kantor berita AFP, Selasa 26 Juni 2018.

"Setelah baku tembak, pasukan kami baru menyadari bahwa yang mereka tembak adalah polisi. Saat ini sedang dijalankan investigasi menyeluruh," lanjut dia.

Kepolisian Filipina mengonfirmasi bahwa ada beberapa aparat yang berpatroli di area hutan dekat kota Santa Rita.

Baku tembak yang tidak disengaja ini terjadi di pulau Samar, salah satu dari markas terakhir kelompok gerilyawa New People's Army. Menurut data pemerintah Filipina, pemberontakan grup tersebut yang berlangsung selama 49 tahun terakhir telah menelan 30 ribu korban jiwa.

Dialog damai antara pemerintah dan pemberontak dilakukan dari waktu ke waktu sejak 30 tahun terakhir. Presiden Rodrigo Duterte memutuskan menghentikan sementara negosiasi selama tiga bulan, yang awalnya dijadwalkan dimulai bulan ini.

Tahun lalu, dua serangan udara militer Filipina tak sengaja menewaskan sedikitnya 12 prajurit, seiring usaha pemerintah dalam membersihkan kota Marawi dari kelompok militan Islamic State (ISIS).


(WIL)