AS Yakin Konflik Yaman akan Berakhir

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 14 Dec 2018 12:41 WIB
amerika serikatkonflik yaman
AS Yakin Konflik Yaman akan Berakhir
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. (Foto: AFP).

Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo memuji pembicaraan untuk menghentikan konflik Yaman. Dia mengatakan perdamaian di negara Timur Tengah itu mungkin akan terjadi.

"Pekerjaan di depan tidak akan mudah, namun kita telah melihat apa yang dinilai tidak mungkin menjadi mungkin," kata Pompeo dalam pernyataan tertulis.

Laman AFP, Jumat 14 Desember 2018 melaporkan AS memuji konsultasi tersebut. "Amerika Serikat memuji peserta dari konsultasi Yaman di Swedia unutk membuat kemajuan. Akhir dari konsultasi ini bisa menjadi awal dari bab baru untuk Yaman," imbuh dia.

Pihak-pihak berseteru di Yaman setuju untuk melakukan gencatan senjata di pelabuhan penting Hodeida. Persetujuan disampaikan di hari terakhir perbincangan damai.

Jika diimplementasikan, kesepakatan itu dapat menghasilkan kemajuan di sana. Kesepakatan membuka pintu gerbang utama untuk bantuan dan impor makanan untuk 14 juta masyarakat yang ada di ambang kelaparan.

Meski demikian, pembicaraan damai sepekan terakhir itu meninggalkan sejumlah masalah utama yang belum terselesaikan. Pertemuan lanjutan dijadwalkan pada akhir Januari.

Analis memprediksi AS akan terus meningkatkan tekanan pada sekutunya, Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman, untuk mengakhiri konflik.

Konflik di Yaman terjadi mulai pada 2014. Pemberontak Houthi yang didukung Iran menyerang pasukan yang setia pada Presiden Abedrabbo Mansour Hadi. Namun, perang meningkat sejak 2015, ketika koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi masuk ke pihak pemerintah.


(FJR)