Komisioner Tinggi HAM Kagum dengan Keterbukaan Indonesia

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 08 Feb 2018 20:06 WIB
pbbham
Komisioner Tinggi HAM Kagum dengan Keterbukaan Indonesia
Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Hasan Kleib. (Foto: ANTARA)

Jakarta: Kunjungan Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (KT HAM PBB) Zeid Ra'ad Al Hussein ke Indonesia atas undangan Pemerintah Indonesia. Namun, dia mengatakan Zeid kagum dengan keterbukaan Indonesia akan HAM.

Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa Hasan Kleib mengatakan kedatangan Zeid ke Indonesia untuk melihat secara langsung dan lebih luas mengenai Indonesia.

"Zeid selalu mengatakan kekuatan dan keterbukaan suatu negara untuk meningkatkan promosi HAM terindikasi dengan undangan agar KT HAM datang ke negara itu," ucapnya kepada awak media, Jakarta, Kamis 8 Februari 2018.

Hasan menjelaskan, dalam kunjungannya ke Jakarta pada 5 hingga 7 Februari kemarin, Zeid bertemu dengan Presiden Joko Widodo, tujuh menteri Kabinet Kerja, Gubernur Lemhanas, Jaksa Agung, dan juga para lembaga swadaya masyarakat yang perhatian pada masalah HAM.

Ia sempat mengatakan kepada Zeid bahwa Indonesia bukan negara yang sempurna tanpa kecacatan HAM. Namun, ditegaskan kembali bahwa Indonesia tidak mungkin tidak melindungi HAM semua warganya.

"Semua sama di mata hukum, tidak mungkin kita (Pemerintah Indonesia) tidak melindungi HAM warga negara kita," bebernya.

Hasan pun mengaku kasus HAM di Papua dan LGBT menjadi salah satu yang dibahas Zeid. Namun, semua kasus itu dibahas karena diangkat oleh para LSM.

Mantan Direktur Jenderal Multilateral Kemenlu RI ini tidak menyesal mengundang KT HAM PBB ke Indonesia. Menurutnya, Pemerintah Indonesia tidak mau adaa pembiaran pelanggaran HAM di dalam negeri.

Karenanya, dia menginginkan KT HAM untuk datang dan melihat langsung permasalahan di Indonesia. Dan hal ini memberi nilai positif bagi Indonesia.



(FJR)