TKI Purna Diharapkan Jadi Pengusaha Lewat 'Saya Mau Sukses'

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 04 Dec 2017 13:24 WIB
tkiindonesia-malaysiatki bermasalah
TKI Purna Diharapkan Jadi Pengusaha Lewat 'Saya Mau Sukses'
Peluncuran program Saya Mau Sukses di Ciracas, Jakarta Timur, Senin 4 Desember 2017. (Foto: Marcheilla Ariesta)

Jakarta: Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana, meluncurkan secara resmi program "Saya Mau Sukses" bagi TKI yang ada di penampungan (shelter) KBRI Kuala Lumpur, Senin 4 Desember 2017. 

Peluncuran berlangsung di Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat, Ciracas, Jakarta Timur, yang dihadiri Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pembangunan Desa, Kepala BNP2TKI, Duta Besar RI Kuala Lumpur, Dirjen Protokol dan Konsuler Kemlu serta Direktur Utama BRI. 

Program ini didukung sepenuhnya oleh BRI dalam bentuk dukungan pelatihan hingga pinjaman modal melalui KUR TKI. Selama 14 hari belajar, puluhan TKI angkatan pertama tersebut akan dilatih keterampilan pengolahan makanan (food processing) dan kerajinan tangan (handycraft). 

"Setiap hari sekurang-kurangnya 4 TKI bermasalah masuk ke penampungan KBRI. Jika tidak diberi keterampilan, mereka akan menjadi masalah sosial di kampung halamannya. Karena itu kita menawarkan solusi bagi mereka agar menjadi wirausahawan-wirausahawan baru.", ujar Rusdi yang juga pemilik perusahaan penerbangan Lion Group ini. 

Program ini akan menjadi salah satu program prioritas KBRI Kuala Lumpur. Direncanakan BRI dan perusahaan Lion Group akan membuka kesempatan untuk menyerap produk yang dihasilkan para TKI peserta pelatihan ini. 

"Teman-teman TKI bisa menjadikan inisiator program ini, Rusdi Kirana, sebagai salah satu inspirasi. Beliau mulai dari tidak ada menjadi pemilik perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia. Kalau beliau bisa, kalian pasti bisa.", tutur Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, dalam sambutannya pada kegiatan tersebut.

Sepanjang 2016, KBRI Kuala Lumpur telah memulangkan 1.334 TKI bermasalah dari penampungan KBRI, atau rata-rata 111 TKI setiap bulannya. Proses pemulangan dilakukan bekerja sama dengan BNP2TKI


(WIL)