Palestina Sebut Yerusalem Tidak untuk Dijual

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 03 Jan 2018 16:59 WIB
amerika serikatpalestina
Palestina Sebut Yerusalem Tidak untuk Dijual
Warga Palestina marah Trump mengancam potong bantuan ke badan pengungsi. (Foto: AFP).

Ramallah: Palestina marah atas ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang akan memotong bantuan ke badan pengungsi Palestina.

Juru Bicara Kepresiden Palestina Nabil Abu Rudeina mengatakan pernyataan Trump tersebut tidak berpengaruh untuk mereka.

"Yerusalem adalah Ibu Kota abadi Palestina dan tidak dijual bahkan untuk emas ataupun miliaran uang," kata Rudeina, seperti dilansir dari laman AFP, Rabu 3 Januari 2018.

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyuarakan kemarahan mereka atas ancaman Trump yang memotong bantuan ke pengungsi. Menurut anggota Komite Eksekutif PLO Hanan Ashrawi, Palestina tidak merasa diperas karena Trump menghentikan memberikan bantuan pada pengungsi.

"Dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Donald Trump tidak hanya melanggar hukum internasional, namun juga murtad dengan menghancurkan dasar-dasar perdamaian dan memaafkan aneksasi ilegal Israel atas kota tersebut. Kami tidak merasa diperas," ujar Hanan.

Laman Press TV melaporkan, Hanan menambahkan hak-hak Palestina tidak dijual.

(Baca: Trump Ancam Hentikan Bantuan untuk Palestina)

Trump mengancam akan menghentikan bantuan kepada Palestina karena tidak mau berdiskusi untuk perdamaian dengan Israel.

"Bahkan mereka tidak mau bernegosiasi soal perdamaian dengan Israel. Mengapa kita harus memberikan bantuan yang besar untuk mereka (warga Palestina)?" tulis Trump di akun Twitter pribadinya.

Ancaman Trump yang memojokkan Palestina ini adalah yang terbaru pasca-pengumuman AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, 6 Desember 2017 lalu.

Sebelumnya, AS juga mengancam akan berhenti memberikan dana bagi badan-badan PBB yang memberikan bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Palestina. Hal ini telah diungkapkan oleh Duta Besar AS Nikki Haley beberapa waktu lalu.


(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

1 day Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA