Perintahkan Tembak Pemberontak Wanita, Duterte Dicap Misoginis

Arpan Rahman    •    Selasa, 13 Feb 2018 14:50 WIB
filipina
Perintahkan Tembak Pemberontak Wanita, Duterte Dicap Misoginis
Presiden Filipina Rodrigo Duterte memegang sepucuk pistol di Istana Malacanang, 18 Juli 2017. (Foto: AFP/TED ALJIBE)

Manila: Presiden Filipina Rodrigo Duterte dicap sebagai misoginis usai memerintahkan tentara untuk menembak pemberontak wanita di bagian alat kelamin mereka.

Dalam sebuah pidato kepada lebih dari 200 mantan tentara komunis di Istana Malacanang pekan lalu, Duterte menjelaskan tentang apa yang harus dilakukan prajurit dalam menghadapi gerilyawan perempuan.

"Ada perintah baru dari wali kota, 'Kami tidak akan membunuhmu. Kami hanya akan menembakmu di vagina," kata Duterte. Dia menilai tanpa alat kelamin yang berfungsi optimal, wanita akan menjadi "tidak berguna."

Duterte menyebutkan "bisong" yang artinya adalah alat kelamin wanita dalam bahasa Visayan. Ia berulang kali mengucapkan kata itu sepanjang pidato.

Ucapan itu kemudian disensor dari naskah resmi Istana. Namun, ucapan tersebut direkam karena mengundang tawa dari penonton.

Perintah kasar tersebut memicu amarah dari sejumlah organisasi hak asasi manusia dan kelompok perempuan di Filipina.

"Ini merupakan pernyataan terbaru yang telah dia buat tentang wanita," kata Carlos H Conde dari Human Rights Watch.

"Pernyataan ini mendorong pasukan Filipina melakukan kekerasan seksual selama konflik bersenjata, yang merupakan pelanggaran hukum internasional," cetusnya seperti disitat Guardian, Selasa 13 Februari 2018

Anggota Kongres Emmi de Jesus, yang berbicara atas nama Partai Wanita Gabriela, menilai Duterte sebagai "orang fasik." Komentar misoginis Duterte dinilai telah menjadikan ancaman kekerasan terhadap wanita naik ke level selanjutnya.

"Dia telah menampilkan dirinya sebagai lambang misogini dan fasisme yang jadi satu," ujar de Jesus.

Baca: ICC Periksa Aduan Tuduhan Kejahatan HAM oleh Duterte


(WIL)