Menlu AS: Sanksi Buat Myanmar Tidak Dianjurkan Saat Ini

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 15 Nov 2017 16:14 WIB
rohingyapengungsi rohingya
Menlu AS: Sanksi Buat Myanmar Tidak Dianjurkan Saat Ini
Menlu AS Rex Tillerson mengunjungi Myanmar guna membahas kondisi Rakhine (Foto: AFP).

Naypyidaw: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson mengatakan bahwa memberikan sanksi pada Myanmar saat ini bukanlah solusi. Hal ini disampaikan Tillerson saat bertemu dengan Panglima Militer Myanmar, Min Aung Hlaing.

"Sanksi tidak dianjurkan saat ini," kata Tillerson dalam sebuah konferensi pers di Naypyidaw, ibu kota Myanmar.

"Kami ingin melihat Myanmar berhasil. Saya mengalami kesulitan melihat bagaimana sanksi dapat membantu menyelesaikan krisis ini," imbuh dia, seperti dilansir dari laman AFP, Rabu, 15 November 2017.

(Baca: Menlu AS ke Myanmar Tekan Suu Kyi Atasi Krisis di Rakhine).

Usai bertemu dengan panglima militer, Tillerson dijadwalkan akan berjumpa dengan Aung San Suu Kyi. Washington mengatakan Suu Kyi memiliki peran penting dalam menangani krisis tersebut, namun berhati-hati untuk memfokuskan serangan pada militer.

Di bawah konstitusi era junta Myanmar, militer masih mengendalikan ebberapa kementerian, terutama kementerian keamanan, termasuk di dalamnya perbatasan dan pertahanan. Mereka juga mempertahankan hak veto secara de facto pada setiap perubahan konstitusional.

AS merupakan sekutu utama dalam transisi demokrasi yang akhirnya menyebabkan Suu Kyi mulai menjabat pada 2016. Hal ini mengakhiri 50 tahun peraturan junta yang brutal.

Kedatangan Tillerson terjadi usai militer membebaskan diri dari setiap pelanggaran dalam probe internal yang diterbitkan pada Senin lalu. Mereka membantah militer telah membunuh warga sipil, memperkosa wanita dan menggunakan kekuatan berlebihan di Rakhine.


(FJR)