Remitansi Pekerja Migran ASEAN Capai Rp824,6 Triliun

Desi Angriani    •    Senin, 09 Oct 2017 22:41 WIB
asean
Remitansi Pekerja Migran ASEAN Capai Rp824,6 Triliun
Bendera negara-negara ASEAN. (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Dunia mencatat 6,7 juta migran di kawasan ASEAN menyumbang remitansi USD62 miliar atau setara Rp824,6 triliun. Jumlah tersebut terus meningkat seiring peningkatan arus migrasi di kawasan Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) dalam periode 1995 hingga 2015. 

Kepala Ekonom Bank Dunia Wilayah Asia Timur dan Pasifik Sudhir Shetty mengatakan, remitansi menjadi menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) yang cukup besar bagi negara tujuan maupun asal pekerja imigran. 

"Sekitar USD62 miliar dalam bentuk remitansi terkirim ke negara-negara ASEAN pada tahun 2015 ," ujarnya melalui video conference, di Jakarta, Senin 9 Oktober 2017.

Menurutnya dalam kurun 5 tahun terakhir, jumlah pekerja migran berketerampilan rendah meningkatkan PDB riil Malaysia sebesar 1,1 persen. Sedangkan PDB Thailand akan turun sebesar 0,75 persen tanpa pekerja migran. 

Sementara itu, masih banyak pekerja migran ASEAN yang berketerampilan rendah dan tidak memiliki dokumen resmi mencari peluang ekonomi di sektor konstruksi, perkebunan dan jasa rumah tangga. Sementara pekerja dengan profesi yang memiliki keterampilan tinggi seperti dokter, perawat, insinyur, arsitek, akuntan dan tenaga kerja pariwisata hanya sebesar 5 persen.

"Sebanyak 93 persen atau 6,2 juta pekerja migran ASEAN belum menyelesaikan pendidikan tinggi," imbuhnya.

Adapun Indonesia menyumbang 18 persen dari total pekerja migran di kawasan ASEAN atau setara dengan 1,2 juta pekerja migran dari total 6,7 juta pekerja.

Namun, dari jumlah 1,2 juta pekerja migran Indonesia, 90 persen lebih adalah pekerja migran yang belum menyelesaikan pendidikan secondary atau tidak lulus SMA. 

"Mayoritas pekerja migran Indonesia adalah pekerja dengan keterampilan rendah," tutupnya.


(WIL)