Menarik Minat Wisatawan Rusia Melalui Festival Indonesia

Fajar Nugraha    •    Jumat, 23 Feb 2018 15:59 WIB
indonesia-rusia
Menarik Minat Wisatawan Rusia Melalui Festival Indonesia
Duta Besar RI untuk Rusia Wahid Supriyadi (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Pariwisata dan perdagangan Indonesia sedang gencar dipromosikan di berbagai negara sahabat, salah satunya di Rusia. Untuk meningkatkan pertumbuhan nilai perdagangan dan pariwisata, Duta Besar RI untuk Rusia Wahid Supriyadi akan kembali menggelar Festival Indonesia di Moskow.
 
Festival bertema 'Visit Wonderful Indonesia, Export Our Region' ini akan dilaksanakan di Krasnayatresna, yaitu sebuah taman dengan luas 16,5 hektar di pusat kota Moskow, pada 2-5 Agustus 2018.
 
"Jadi kita memang ingin memajukan daerah, karena kebanyakan turis Indonesia itu ke Bali, Tomohon, Kulon Progo, Sleman, Semarang, Tulungagung dan lainnya. Jadi sebenarnya ini kerja keroyokan," ucap Dubes Wahid saat ditemui di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat 23 Februari 2018.
 
Menurut dia, pendekatan budaya sangat efektif bagi masyarakat Rusia. Pasalnya, negara ini sangat menghargai budaya dan mereka ingin melihat negara lain dengan budaya yang juga tak kalah menarik, salah satunya Indonesia.
 
Dalam festival tersebut, Wahid menuturkan akan ada berbagai kegiatan, tak hanya budaya, namun juga workshop dan bisnis forum. 
 
Wahid mengaku dukungan luar biasa datang dari Indonesia, salah satunya Kementerian Pariwisata. "Kita dapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata," ucapnya.
 
Karenanya, nanti akan diadakan bisnis forum dengan tema 'Infrastruktur Bidang Pariwisata'. Wahid akan mengundang Direktur Jenderal Pariwisata dan Kepala BKPM sebagai pembicara dalam bisnis forum tersebut.
 
Selain itu, lanjut Wahid, dia mengundang para pemerintah daerah untuk memasarkan produk unggul dari wilayahnya masing-masing. Produk tersebut bisa dijual dalam berbagai bentuk.
 
Wahid mengatakan, dari pengalaman tahun lalu, semua produk yang dibawa dari Indonesia laku terjual. "Pasarnya besar, dan kita harus memanfaatkannya. Saya kira daya beli di Rusia juga cukup bagus," imbuh dia.
 
Sementara itu, dari data KBRI Moskow, terjadi peningkatan total perdagangan Indonesia-Rusia periode Januari hingga November 2017 sebesar 25,2 persen, dengan angka USD3,27 miliar. Angka ini meliputi ekspor sebesar USD2,48 miliar, impor USD788,8 juta dan surplus sebesar USD1,69 miliar.
 
Indonesia paling banyak mengekspor kelapa sawit, mesin pembuat kosmetik, karet, mesin elektrik, kopi, teh dan rempah, serta coklat dan tekstil. Indonesia menjadi negara ASEAN ketiga terbesar dalam perdagangan dengan Rusia.
 
Sedangkan dari jumlah wisatawan asing ke Indonesia pada 2017, Tiongkok yang selama ini menduduki urutan pertama, harus rela digeser oleh pelancong dari Rusia. Jumlah mereka sebesar 110.529, dengan angka kenaikan 37,28 persen dari tahun sebelumnya.
 


(FJR)


Strategi AS Tandingi Tiongkok di Afrika

Strategi AS Tandingi Tiongkok di Afrika

39 minutes Ago

Amerika Serikat mengumumkan strategi baru untuk Afrika, benua yang belakangan banyak dirangkul…

BERITA LAINNYA