Rumah Faye Fokus Bantu Korban Trafficking dan Prostitusi

Sonya Michaella    •    Minggu, 09 Oct 2016 16:03 WIB
filantropi
Rumah Faye Fokus Bantu Korban <i>Trafficking</i> dan Prostitusi
Rumah Faye dalam Festival Filantropi Indonesia di JCC, Jakarta, 9 Oktober 2016. (Foto: MTVN/Sonya Michaella)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tingginya angka perdagangan manusia dan juga prostitusi anak di Indonesia, membuat sejumlah lembaga khawatir akan kelangsungan hidup generasi bangsa.

Didirikan pada 2013, Rumah Faye berkonsentrasi dalam kegiatan pencegahan, pembebasan dan pemulihan para korban trafficking dan prostitusi. Berdirinya yayasan ini berawal dari rasa iba Faye Simanjuntak, gadis belia berusia 12 tahun kepada para korban. 

"Kita menghimpun sukarelawan-sukarelawan, tapi Faye juga terjun langsung ke lokasi untuk melihat para korban dan juga memberikan pemulihan," kata Martha dari Rumah Faye di Festival Filantropi Indonesia (IPFest), Jakarta Convention Center, Minggu (9/10/2016).

Ketika ditanya apa kendala selama tiga tahun berdiri, Martha tak memungkiri bahwa dana menjadi salah satu kendala.

"Dana ya jadi salah satu kendala. Tapi ternyata di Indonesia masih banyak orang baik, kami menerima banyak donatur dan juga sukarelawan," ungkapnya lagi.

Martha juga sempat menceritakan bahwa dirinya dan Faye sempat mengunjungi wilayah di Riau, di mana wilayah tersebut seharusnya menjadi tempat rehabilitasi pekerja seks, namun malah menjadi tempat prostitusi.

"Di sini kita sangat merasa prihatin. Tempat yang harusnya menjadi tempat rehab malah dibuat jadi tempat prostitusi," pungkasnya.

Dari Faye yang terhitung masih usia belia, para relawan yang mayoritas usianya di atas Faye pun tergerak hatinya untuk terjun membantu memulihkan para korban prostitusi.



(WIL)