Unjuk Gigi, Pesawat Pengebom AS Mendarat di Korsel

Willy Haryono    •    Rabu, 21 Sep 2016 14:27 WIB
nuklir korea utara
Unjuk Gigi, Pesawat Pengebom AS Mendarat di Korsel
Pesawat pengebom B-1 Lancer milik AS mendarat di Korsel, 21 September 2016. (Foto: AFP/Yonhap)

Metrotvvnews.com, Seoul: Sebuah pesawat pengebom milik Amerika Serikat (AS) mendarat di Korea Selatan, Rabu (21/9/2016), sebagai bagian dari unjuk kekuatan terhadap Korea Utara (Korut) yang terus melakukan provokasi lewat serangkaian uji coba nuklir dan misil balistik. 

Pendaratan terjadi satu hari setelah Korut mengklaim telah sukses menguji coba mesin roket terbaru berkekuatan tinggi. Korsel mengatakan pengumuman tersebut bertujuan memamerkan kemajuan teknologi misil jarak jauh Pyongyang. 

Tayangan televisi lokal memperlihatkan dua pesawat B-1B Lancer terbang rendah di Pangkalan Udara Osan di Pyeongtaek, sekitar 64 kilometer dari selatan Seoul. 

Menurut laporan kantor berita Yonhap, salah satu pesawat bertolak pulang ke Pangkalan Udara Andersen di Guam, sementara satunya lagi mendarat di Osan. 

"Ikatan antara Amerika Serikat dan Republik Korea sangat kokoh, dan kekuatan komitmen itu tidak akan goyah oleh perilaku gegabah Korut," ujar Letnan Jenderal Thomas W. Bergeson dari Angkatan Udara AS.

"Apa yang kami perlihatkan di sini hari ini hanya sebagian kecil dari perlengkapan militer yang kami punya. Aliansi ini terus tumbuh kuat setiap harinya, dan kami siap mempertahankan keamanan di Semenanjung Korea dan kawasan," sambung dia.

AS menerbangkan dua pesawat militer di langit Korsel pekan lalu, beberapa hari setelah Korut melakukan uji coba nuklir kelima. Ketika itu, kedua pesawat hanya terbang sebentar dan bertolak pulang ke Guam. 

B-1 Lancer adalah pesawat pengebom bermesin empat yang dapat mencapai kecepatan hingga Mach 2. B-1 adalah pesawat pengebom dengan tingkat kapasitas senjata terbesar dalam deretan aset Angkatan Udara AS. 

"(pesawat) ini mampu menjatuhkan bom dan misil dalam kuantitas besar terhadap semua musuh, dimana dan kapan saja," ujar pernyataan resmi militer AS di Korsel.

Saat ini terdapat sekitar 28.500 prajurit AS yang disiagakan di beberapa pangkalan militer di Korsel.


(WIL)

Hillary Clinton Janjikan Biaya Kuliah Gratis

Hillary Clinton Janjikan Biaya Kuliah Gratis

18 hours Ago

Dalam kampanyenya bersama Bernie Sanders, Calon Presiden Amerika Serikat Hillary Clinton menyatakan…

BERITA LAINNYA