Presiden Tegaskan Kestabilan ASEAN Tak Bisa Didikte Negara Besar

Fajar Nugraha    •    Selasa, 06 Sep 2016 18:53 WIB
ktt asean
Presiden Tegaskan Kestabilan ASEAN Tak Bisa Didikte Negara Besar
Presiden Joko Widodo bersama para pemimpin ASEAN lainnya di Laos (Foto: Biro Pers Istana)

Metrotvnews.com, Vientiane: Presiden Joko Widodo menegaskan kesatuan dan sentralitas ASEAN sangat penting. Hal ini disampaikannya dalam pembukaan sidang pleno KTT ASEAN ke-28 di Vientiane, Laos.
 
Di hadapan pemimpin negara-negara ASEAN di National Convention Center (NCC) Selasa 6 September, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa stabilitas kawasan telah menjadi kebanggaan ASEAN selama ini. Namun, saat ini ASEAN juga menyaksikan dinamika di kawasan yang terus memerlukan perhatian negara-negara anggotanya.
 
"Kita tidak dapat membiarkan instabilitas terjadi di wilayah sekitar kita. Kita tidak dapat membiarkan negara-negara besar mengatur dan menentukan nasib keamanan dan stabilitas wilayah sekitar kita," tegas Presiden pada pidatonya di Vientiane, dalam keterangan tertulis Biro Pers Istana, yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (6/9/2016).
 
Presiden Joko Widodo pun berharap kepada negara-negara ASEAN agar dapat menjaga semangat untuk tetap menjaga stabilitas kawasan. (Baca; KTT ASEAN Dibuka, Para Pemimpin Akan Tentukan Arah http://internasional.metrotvnews.com/asia/Wb7ODjPb-ktt-asean-dibuka-para-pemimpin-akan-tentukan-arah).
 
"Untuk itu, semangat kerja sama guna menjaga rumah kita harus terus kita teguhkan," tegasnya.
 
Di mata Presiden, negara-negara di dunia memiliki harapan tinggi bagi masyarakat ASEAN yang tahun depan akan berusia 50 tahun. Sebagai sebuah kawasan yang bermukim di dalamnya sebanyak lebih dari 600 juta jiwa, diperlukan suatu kawasan yang tangguh.
 
"Tanpa kesatuan dan sentralitas ASEAN, saya yakin peran ASEAN sebagai kontributor penting untuk keamanan dan stabilitas kawasan akan sirna. Jika hal tersebut terjadi, maka masa depan ASEAN akan suram," imbuh mantan Wali Kota Solo itu.


Presiden Joko Widodo dan para pemimpin ASEAN (Foto: Biro Pers Istana)

 
Presiden pun mencoba memacu semangat negara-negara anggota ASEAN. Perekonomian ASEAN disebut Presiden sebagai sebuah kisah sukses tersendiri.
 
"GDP ASEAN selama dua tahun berturut-turut tumbuh secara positif, yaitu 4,7 persen. Pertumbuhan ini di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global, Uni Eropa, dan Amerika Serikat," ungkapnya.
 
Presiden pun mengajak para pemimpin negara ASEAN untuk selalu memperkuat kerja sama ekonomi negara-negara kawasan. Setidaknya, menurut Presiden Joko Widodo, terdapat tiga hal yang harus dipastikan oleh masyarakat ASEAN.
 
"Pertama, memastikan kerja sama ekonomi yang dapat dinikmati oleh masyarakat ASEAN secara merata. Kesenjangan pembangunan antara negara anggota ASEAN harus semakin diperkecil," pungkas mantan Gubenur DKI ini.
Selanjutnya, Presiden meminta ASEAN untuk memastikan keterlibatan dan kemajuan UMKM melalui pengembangan teknologi dan inovasi serta perluasan akses keuangan dan pasar.
 
"Jika rakyat ASEAN tidak merasakan manfaat keberadaan ASEAN, maka akan sulit bagi ASEAN untuk tumbuh berkembang secara berkelanjutan," imbuh Presiden.
 
Terakhir, Presiden Joko Widodo juga meminta ASEAN untuk menjadi organisasi yang memiliki kepedulian terhadap masyarakatnya. Presiden berpendapat bahwa pekerja migran ASEAN merupakan representasi nyata dari masyarakat ASEAN yang harus dilindungi.
 
"ASEAN harus memastikan bahwa hak-hak pekerja dan keluarganya dilindungi dengan baik," tutupnya.
 
Setelah mengikuti sidang pleno KTT ASEAN ke-28, para kepala negara/pemerintahan ASEAN mengikuti acara penandatanganan The ASEAN Declaration on One ASEAN, One Response: ASEAN Responding to Disaster as One in The Region and Outside Region, serta peluncuran Masterplan on ASEAN Connectivity 2025 (MPAC 2025) dan Initiative for ASEAN Integration (IAI) Work Plan III (IAI Work Plan III).
 
Sebelumnya acara pembukaan diawali dengan kehadiran para kepala negara/pemerintahan ASEAN yang disambut langsung Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith pada pukul 13.00. Upacara pembukaan KTT ASEAN ke-28 dan ke-29 yang ditandai dengan penekanan tombol bersama peluncuran "Visit ASEAN@50: Golden Celebration".  



(FJR)