AS Tidak Akan Serang Korut Tanpa Menginformasikan Korsel

Willy Haryono    •    Jumat, 11 Aug 2017 14:59 WIB
korea utaranuklir korea utara
AS Tidak Akan Serang Korut Tanpa Menginformasikan Korsel
Pesawat jet tempur F-15C Eagle milik AS. (Foto: AFP / US AIR FORCE)

Metrotvnews.com, Seoul: Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) sepakat menginformasikan satu sama lain sebelum mengambil langkah terhadap Korea Utara (Korut).

Hal ini mengindikasikan Washington tidak akan melancarkan serangan terhadap Pyongyang tanpa terlebih dahulu memberi tahu Seoul. 

Pemerintah Korsel mengumumkan pernyataan tersebut pada Jumat 11 Agustus 2016, setelah Kepala Badan Keamanan Nasional Presidensial Chung Eui-yong berbicara dengan H.R. McMaster asal Negeri Paman Sam via telepon selama 40 menit. 

Chung dan McMaster "mendiskusikan kondisi keamanan terkini di sekeliling Semenanjung Korea terkait provokasi Korut, dan cara-cara menanganinya," tutur juru bicara istana kepresidenan Korsel, seperti dilansir kantor berita Yonhap

"Kedua kubu menekankan kembali komitmen bekerja sama secara erat dan transparan dalam mengambil tiap-tiap langkah, untuk memastikan keamanan Korsel dan AS beserta semua warganya," lanjut dia. 

Melanjutkan perang kata-kata dengan pemimpin Korut Kim Jong-un, Presiden AS Donald Trump meningkatkan retorikanya bahwa dia akan memicu "sebuah kejadian yang belum pernah dilihat siapapun sebelumnya."

Sikap Tiongkok

Pernyataan disampaikan setelah Korut berencana meluncurkan empat misil balistik ke arah Guam, negara tempat berdirinya instalasi militer AS.

Trump menyebut diktator Korut telah "merendahkan negara kita. Dia telah mengatakan hal-hal buruk. Dan bagi saya, dia tidak akan saya biarkan begitu saja."

Sementara itu surat kabar nasional Tiongkok, Global Times, menampilkan editorial yang intinya adalah Beijing akan tetap netral jika perang terjadi antar Korut dan AS. 

"Jika Korut meluncurkan misil yang mengancam tanah AS terlebih dahulu, dan AS membalasnya, maka Tiongkok akan tetap netral," tulis editorial itu.

"Namun jika AS dan Korsel melancarkan serangan dan berusaa meruntuhkan rezim Korut dan mengganti peta politik di Semenanjung Korea, maka Tiongkok akan mencegah hal tersebut terjadi," lanjutnya.

 


(WIL)