Duterte Sebut Universitas Oxford adalah Sekolah Orang-Orang Bodoh

Willy Haryono    •    Kamis, 27 Jul 2017 11:44 WIB
filipina
Duterte Sebut Universitas Oxford adalah Sekolah Orang-Orang Bodoh
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Manila: Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut Universitas Oxford sebagai "sekolah untuk orang-orang bodoh." 

Ia kesal setelah Oxford merilis sebuah studi yang mengklaim Duterte telah membayarkan sejumlah uang kepada sebuah tim untuk meningkatkan popularitasnya di media sosial. 

Studi dari Oxford tersebut bertajuk "Troops, Trolls, and Troublemakers: A Global Inventory of Organised Social Media Manipulation." Studi itu memaparkan beragam strategi yang digunakan partai-partai politik dan para kandidatnya di 28 negara dalam berkampanye di media sosial." 

Dalam studi disebutkan kubu Duterte membayarkan USD200 ribu kepada sebuah tim media sosial pada 2016, tahun saat dirinya terpilih menjadi presiden. 

Duterte mengaku telah membayar beberapa orang untuk membelanya di media sosial, namun ia menegaskan itu hanya dilakukan saat masa kampanye. 

Keyboard Troll

"Sekarang saya sudah tidak butuh lagi yang seperti itu. Saya tidak perlu membela diri saya terhadap serangan-serangan (di medsos)," ujar Duterte, seperti dilaporkan kantor berita Rappler, Kamis 27 Juli 2017. 

"Universitas Oxford? Itu sekolah untuk orang-orang bodoh," lanjut dia kesal. 

Masih dalam studi Oxford, ditunjukkan bahwa pasukan siber di Filipina digunakan untuk membungkam kritikus politik. Disebutkan pula pasukan semacam itu -- biasa disebut keyboard troll -- disewa untuk menyebarkan propaganda Duterte selama kampanye, dan hal tersebut terus berlanjut hingga saat ini. 

Pernah menjadi Wali Kota Davao, Duterte memenangkan pilpres 2016 lewat pesan populis yang membidik para pelaku kejahatan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Metode Duterte dalam menghabisi kejahatan narkoba di Filipina mendapat sejumlah kecaman, karena dinilai memberikan ruang bagi pembunuhan di luar jalur hukum.


(WIL)