Malaysia Minta Aung San Suu Kyi Bergerak untuk Rakhine

Sonya Michaella    •    Rabu, 06 Sep 2017 08:09 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Malaysia Minta Aung San Suu Kyi Bergerak untuk Rakhine
Menlu Malaysia, Anifah Aman. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Pemerintah Malaysia menyampaikan rasa keprihatinannya terhadap krisis yang sedang terjadi di Rakhine State, Myanmar, saat ini.

"Meskipun ada seruan berulang kali oleh anggota ASEAN untuk menyelesaikan krisis ini dalam proses yang damai, Myanmar tampaknya belum menunjukkan kemauan dan keinginan untuk melakukannya," kata Menteri Luar Negeri Malaysia, Anifah Aman dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Metrotvnews.com, Rabu 6 September 2017.

Namun, lanjutnya, Malaysia percaya bahwa kekerasan dan diskriminasi berkelanjutan terhadap Rohingya ini harus dibawa ke forum internasional tertinggi.

"Dunia internasional sangat mengharapkan Aung San Suu Kyi, sebagai penerima Nobel Perdamaian, melakukan sesuatu untuk menyelesaikan krisis ini," lanjut dia lagi.

Kemarin, Kementerian Luar Negeri Malaysia juga memanggil Duta Besar Myanmar di Kuala Lumpur untuk mengungkapkan keprihatinan Malaysia untuk Rohingya di Rakhine.

Puluhan ribu warga Rakhine terpaksa melarikan diri dari rumah mereka sejak kekerasan terbaru meletus. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jumlah pengungsi Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sudah melebihi 90 ribu. Sementara etnis minoritas lain yang dievakuasi pemerintah Myanmar mencapai 11 ribu jiwa.
 
Kebanyakan para pengungsi berada di pegunungan di negara bagian Rakhine utara, wilayah di mana PBB dan LSM internasional tidak dapat menilai kebutuhan mereka atau memberikan perlindungan serta makanan.
 
Dalam pertemuan dengan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi, Senin 4 September, Menteri Luar Negeri RI Retno menyampaikan usulan formula 4+1.

Empat usulan pertama mengenai perdamaian dan keamanan, kedua perlindungan maksimum, menahan diri dan tanpa kekerasan, ketiga perlindungan tanpa memandang etnis dan agama, serta akses penyaluran bantuan kemanusiaan.
 
Satu usulan lainnya adalah implementasi laporan Kofi Annan, Ketua Komisi Penasihat Negara Bagian Rakhine yang ditunjuk Pemerintah Myanmar sendiri. Menurut Menlu Retno, Suu Kyi menanggapi positif usulan dengan formula 4+1 yang disampaikan Indonesia.

 


(FJR)