Malaysia Tawarkan Imbalan Bagi Penemu Badan Pesawat MH370

Arga sumantri    •    Sabtu, 21 Jan 2017 08:00 WIB
misteri mh370
Malaysia Tawarkan Imbalan Bagi Penemu Badan Pesawat MH370
PM Malaysia Najib Razak janji pecahkan misteri MH370 (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Pemerintah Malaysia menjanjikan imbalan kepada perusahaan swasta manapun yang menemukan badan pesawat MH370 milik Malaysia Airlines. Tawaran itu dikeluarkan beberapa hari usai tiga tahun pencarian yang tidak membuahkan hasil.

Wakil Menteri Transportasi Malaysia Abdul Aziz Kaprawi menyatakan, pemerintah terbuka terhadap perusahaan-perusahaan swasta terpercaya yang melakukan pencarian. Perusahaan yang memang berniat melakukan pencarian, kata dia, diminta menghubungi pemerintah.

Sayangnya Kaprawi belum menentukan jumlah imbalan yang bakal diberikan. "Dan keputusan soal imbalan akan diambil kemudian," kata Kaprawi seperti dikutip Reuters, Sabtu (21/1/2017).

Pada Selasa 17 Januari 2017, Australia, China, dan Malaysia sepakat menghentikan pencarian. Australia mengumumkan bahwa perburuan pesawat di Samudera Hindia itu berhenti dan sia-sia. Keputusan itu meluncur setelah operasi pencarian ditaksir menelan ongkos USD160 juta.

Ketiga negara yang terlibat dalam pencarian tak ingin melanjutkan upaya tersebut tanpa ada bukti baru soal tempat terakhir keberadaan pesawat. Dihentikannya pencarian membuat tragedi MH370 sebagai misteri terbesar yang tidak terpecahkan dalam dunia penerbangan.

Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 dinyatakan hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Beijing, Tiongkok, pada 8 Maret 2014.

MH370 terakhir kali melakukan kontak dengan pengawas lalu lintas udara kurang dari satu jam setelah lepas landas. Pesawat nahas itu mengangkut 12 awak kabin dan 227 penumpang dari 15 negara. Sebagian besar warga negara Tiongkok.


(Des)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

20 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA