Rakyat Korsel Turun ke Jalan Tuntut Presiden Park Mundur

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 19 Nov 2016 18:45 WIB
korea selatan
Rakyat Korsel Turun ke Jalan Tuntut Presiden Park Mundur
Warga Korea Selatan menuntut Presiden Park Geun-Hye mundur (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Seoul: Sekitar 500 ribu warga Korea Selatan (Korsel) turun ke jalanan Seoul pada Sabtu 19 November. Mereka melakukan protes menuntut Presiden Park Geun Hye lengser.
 
Unjuk rasa yang berlangsung hampir setiap pekan ini, menunjukkan tantangan keras terhadap pemerintahan Presiden Park. Aksi ini bahkan yang terbesar di Korsel sejak protes pro-demokrasi pada 1980.
 
 
Meskipun sudah diminta untuk mundur, Presiden Park bersikeras tetap berkuasa. Sementara permintaan maaf yang sudah dilayangkan oleh Presiden Park tidak gubris oleh rakyat Korsel.


Protes menentang Presiden Park Geun-Hye (Foto: AFP).

 
Park berada dalam sorotan setelah teman dekatnya kedapatan menuliskan pidato kenegaraan untuknya. Selain itu koleganya bernama Choi Soon-Sil itu, juga diduga terlibat kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
 
Protes yang diikuti oleh rakyat dalam jumlah besar ini, masih berjalan dengan damai. Polisi pun tampak melakukan penjagaan ketat di kediaman kepresidenan, Blue House.
 
"Kami inginkan protes damai, seperti yang terjadi dalam tiga unjuk rasa sebelumnya," ujar Juru Bicara Konfederasi Serikat Dagang Korea, Nam Jeong-Su, seperti dikutip AFP, Sabtu (19/11/2016).
 
Sebelum mengarah ke Blue House, massa berkumpul di sekitar Gwanghwamun sekitar pukul 5.00 sore waktu setempat. Setelah itu mereka mencoba untuk melakukan aksinya di kediaman kepresidenan.
 
Penyelidikan terhadap Choi Soon-Sil
 
Pihak jaksa penuntut saat ini terus melakukan penyelidikan terhadap Choi. Perempuan berusia 60 tahun itu, dianggap memanfaatkan pertemanannya dengan Presiden Park.
 
Dia dianggap menggunakan pengaruh untuk mengumpulkan donasi dari perusahaan besar, seperti Samsung. Donasi itu dikumpulkan ke yayasan yang dibentuknya demi kepentingan pribadi.
 
Selain itu, Choi juga dituduh mencampuri urusan pemerintah. Padalah Choi tidak memegang jabatan apapun di pemerintahan.
 
 
Laporan pengaruh buruk dari Choi terhadap Presiden Park menyebabkan popularitas Park menurun hingga lima persen. Ini adalah penurunan paling parah diterima oleh seorang yang tengah berkuasa.
 
Dalam upaya meredakan kemarahan rakyat, Park memecat beberapa stafnya. Kemudian dirinya memberikan keleluasaan bagi parlemen membentuk penyelidik independen.
 
Terlepas dari semua desakan, Park menegaskan dirinya tidak berniat untuk mundur. Selain itu, tokoh Partai Saenuri,-yang menguasai pemerintah saat ini,- menarik dukungan terkait protes anti-pemerintah.  

 


(FJR)