Dikabarkan Meninggal, Kerajaan Thailand: Raja Masih Kritis

Sonya Michaella    •    Kamis, 13 Oct 2016 08:12 WIB
politik thailand
Dikabarkan Meninggal, Kerajaan Thailand: Raja Masih Kritis
Warga Thailand yang mendoakan rajanya di sekitar rumah sakit (Foto: CNA)

Metrotvnews.com, Bangkok: Kondisi keseluruhan dari Raja Thailand, Raja Bhumibol Adulyadej diketahui kritis. Hal ini diungkapkan langsung oleh pihak Royal Household.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Raja Bhumibol sudah meninggal, namun hal ini dibantah oleh pihak kerajaan. Tetapi, kondisi Bhumibol memang cukup mengkhawatirkan.

"Tekanan darahnya menurun, denyut nadinya dipercepat dan hatinya tak berfungsi normal. Tes darah juga menunjukkan adanya tanda infeksi," kata kerajaan, seperti dikutip Channel News Asia, Kamis (13/10/2016).

Bhumibol harus menerima CRRT (terapi penggantian ginjal terus menerus) atau biasa disebut cuci darah. Keasaman dalam darahnya juga meningkat. Diketahui, dokter telah menggunakan antibiotik untuk mengurangi tingkat keasamannya.

Tekanan darah Bhumibol juga dikontrol oleh obat-obatan lain. Bhumibol juga harus menggunakan ventilator terus menerus.

Sementara, rakyat Thailand masih berkumpul di depan rumah sakit Siriraj, tempat Bhumibol dirawat untuk mendoakan raja dengan pemerintahan monarki terlama tersebut.

Raja Bhumibol, 88, adalah monarki terlama di dunia yang dicintai sebagian besar warga Thailand. Dirinya sudah tidak lagi terlihat di hadapan publik selama hampir satu tahun karena sering jatuh sakit.

Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha juga mengatakan bahwa pengganti rajanya, yaitu Putra Mahkota Maha Vajiralongkom sudah kembali ke Thailand dan akan bertemu kepala militer.

Di Bhutan, Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuk memerintahkan adanya doa khusus di kuil-kuil seluruh Bhutan untuk mendoakan Bhumibol.



(AHL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA