Jepang dan Korsel Konfirmasi Korut Lakukan Uji Nuklir

Fajar Nugraha    •    Jumat, 09 Sep 2016 11:39 WIB
nuklir korea utara
Jepang dan Korsel Konfirmasi Korut Lakukan Uji Nuklir
Korut masih lanjutkan uji coba nuklir (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Tokyo: Pemerintah Jepang dan Korea Selatan (Korsel) memastikan bahwa Korea Utara (Korut) melakukan uji coba nuklir kelima. Hal ini dipastikan setelah terdeteksi gempa berkekuatan 5,3 SR di Korut.
 
Juru Bicara Pemerintah Jepang Yoshihide Suga mengonfirmasi gempa berkuatan 5,3 SR itu adalah imbas dari tes nuklir Korut. (Baca: Gempa di Korut, Diduga Berasal dari Tes Nuklir http://internasional.metrotvnews.com/asia/nN9Gvljk-gempa-di-korut-diduga-berasal-dari-tes-nuklir).
 
"Melihat keanehan dari guncangan gempa dan informasi yang kami kumpulkan, disimpulkan bahwa Korut benar melakukan tes nuklir," ujar Suga, seperti dikutip AFP, Jumat (9/9/2016).
 
"Ini tentu sesuatu hal yang tidak bisa ditolerir sebagai negara, dan kami mengajukan kecaman keras serta protes yang melalui jalur kedutaan kami di Beijing, Tiongkok," lanjutnya.
 
Pengamat Korea Selatan mengatakan, ini menjadi uji coba nuklir kelima dan terbesar yang pernah dilakukan Korut. Guncangan gempa sendiri terjadi di dekat lokasi tes nuklir milik Korut.
 
Menteri Pertahanan Jepang Tomomi Inada menggambarkan tes nuklir ini sebagai ancaman besar bagi Jepang. 
 
"Kita tidak bisa menangkal kemungkinan Korut membuat hulu ledak nuklir dalam bentuk kecil," tutur Inada, seraya menambahkan bahwa berdasarkan guncangan, kemungkin yang diledakkan bukan bom hidrogen.
 
Konfirmasi juga diutarakan oleh pihak Korsel. Mereka menyebutkan lokasi uji coba tes nuklir itu berlangsung di dekat Punggye-ri, wilayah Kilju. Korsel pun mengecam uji coba tersebut yang dianggap sebagai pelanggaran berat atas resolusi Dewan Keamanan PBB.
 
"Satu-satunya yang bisa didapat oleh pemerintahan Kim Jong-Un saat melakukan uji coba nuklir, adalah sanksi yang lebih tegas dari komunitas internasional dan disertai isolasi," pernyataan Presiden Korsel Park Geun-hye.
 
Park menambahkan provokasi yang dilakukan oleh Korut akan membawa negara itu dalam kondisi hancur. Bukan tidak mungkin bahwa PBB akan kembali menerapkan sanksi lebih keras.



(FJR)