Militer Myanmar Sebut Media Melebih-lebihkan Kondisi Rakhine

Sonya Michaella    •    Kamis, 12 Oct 2017 14:43 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Militer Myanmar Sebut Media Melebih-lebihkan Kondisi Rakhine
Panglima Militer Myanmar, Min Aung Hlaing. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Naypyitaw: Militer Myanmar menyebut bahwa media telah melebih-lebihkan berita soal kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar. Militer pun mengatakan, jumlah orang yang lari dari Rakhine tak sebesar itu.

"Respons militer di Rakhine itu proporsional dan berusaha mengurangi skala eksodus tersebut," kata Panglima Militer Myanmar, Min Aung Hlaing, di akun Facebook resminya, dikutip dari AFP, Kamis 12 Oktober 2017.

"Sangat melebih-lebihkan bila jumlah orang Benggala --sebutan Myanmar untuk Rohingya-- yang melarikan diri ke Bangladesh sangat besar," lanjutnya lagi.

Sebagai gantinya, ia menyalahkan propaganda media yang seakan membuat dunia internasional menyudutkan Pemerintah Myanmar.

Aung Hlaing bahkan mengatakan bahwa pengungsi Rohingya harusnya kembali ke asal mereka yaitu Bengal.

"Tempat asal Bengali adalah Bengal. Mungkin mereka terlihat sama, maka dianggap berasal dari negara lain," ungkap dia lagi.

"Apa yang dikatakan orang Bengal, bahwa susah mencari makanan di Rakhine, tidak benar. Di Rakhine, ikan dapat dengan mudah ditangkap di sungai," sebutnya.

Dia juga mengulangi kembali pandangan mengenai pengungsi Rohingya yang disebut-sebut ditolak Myanmar. Aung Hlaing mengatakan, Rohingya dipindahkan dari Bangladesh oleh penjajah Inggris dan tidak memiliki klaim sah  keturunan atas tanah Myanmar.





(FJR)