Nepal Larang Pendaki Naik ke Everest Seorang Diri

Willy Haryono    •    Sabtu, 30 Dec 2017 19:47 WIB
politik nepalgunung everest
Nepal Larang Pendaki Naik ke Everest Seorang Diri
Gunung Everest. (Foto: AFP)

Kathmandu: Nepal melarang pendaki naik ke sejumlah gunung di negaranya, termasuk Everest, seorang diri dalam upaya mengurangi angka kecelakaan dan kematian, ucap seorang pejabat tinggi Nepal, Sabtu 30 Desember 2017. 

Kabinet Nepal pada Kamis kemarin mendukung revisi regulasi pendakian gunung. Larangan mendaki seorang diri merupakan poin paling disorot menjelang musim pendakian 2018. 

"Perubahan ini melarang adanya ekspedisi solo, yang sebelumnya masih dibolehkan," kata Maheshwor Neupane, sekretaris di Kementerian Budaya, Pariwisata dan Penerbangan Sipil, kepada AFP

Neupane mengatakan aturan direvisi agar aktivitas pendakian lebih aman dan angka kematian berkurang. 

Pendaki berpengalaman asal Swiss, Ueli Steck, meninggal dunia pada April tahun ini usai terpeleset dan jatuh dari tebing tinggi dalam pendakiannya menuju Nuptse, sebuah puncak gunung yang berdampingan dengan Everest. 

Larangan ini dipastikan membuat pendaki solo geram, yang senang menghadapi tantangan mendaki seorang diri. Nepal juga melarang aktivitas pendakian bagi orang yang mengalami amputasi dan buta. 

Mark Inglis dari Selandia Baru, yang kehilangan dua kakinya akibat serangan dingin atau frostbite, menjadi orang disabilitas pertama yang mencapai puncak Everest pada 2006. 

Erik Weihenmayer, pria buta asal Amerika Serikat (AS), mendaki Everest pada Mei 2001. Ia kemudian menjadi satu-satunya orang dengan gangguan penglihatan yang mencapai beberapa puncak gunung tertinggi di tujuh benua.

Hari Budha Magar, mantan prajurit Gurkha yang kehilangan kakinya dalam misi di Afghanistan, menilai larangan terbaru Nepal ini bersifat diskriminatif. 

"Jika aturan ini diloloskan, maka menjadi diskriminasi bagi disabilitas dan melanggar hak asasi manusia," tulisnya di Facebook. 

Ribuan pendaki mendatangi Nepal -- negara yang memiliki delapan gunung dengan ketingian puncak di atas 8.000 meter -- setiap musim semi dan gugur. 

Sekitar 450 pendaki -- 190 warga asing dan 259 Nepal -- mencapai puncak Everest dari sisi selatan di Nepal tahun lalu.


(WIL)