Skandal Penjualan Tanah, Popularitas PM Jepang Terus Merosot

Willy Haryono    •    Selasa, 13 Mar 2018 14:37 WIB
politik jepang
Skandal Penjualan Tanah, Popularitas PM Jepang Terus Merosot
PM Jepang Shinzo Abe di kediaman pribadinya di Tokyo, 13 Maret 2018. (Foto: AFP/KAZUHIRO NOGI)

Tokyo: Tekanan terus melanda Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe atas skandal penjualan tanah tahun lalu, yang membuat popularitasnya saat ini merosot hingga ke titik terendah sejak Oktober 2017. 

Abe dan Menteri Keuangan Taro Aso menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir, setelah terungkap fakta ada sejumlah dokumen penjualan tanah yang direkayasa sebelum diserahkan ke parlemen.

Aso masih berkukuh tidak akan mengundurkan diri meski didesak kubu oposisi. Senin kemarin, ia mengakui kementeriannya merekayasa 14 dokumen yang telah dikirimkan ke parlemen. 

Skandal ini terkait penjualan tanah negara pada 2016 kepada sebuah pemilik sekolah yang disebut-sebut dekat dengan Abe dan istrinya, Akie. 

Tanah itu dijual dengan murah, yang jauh dari harga pasaran saat itu. Muncul dugaan ada semacam permainan koneksi dengan pemerintah dalam transaksi tersebut.

PM Abe dan Aso sama-sama meminta maaf "secara mendalam" atas skandal ini. Jajak pendapat terbaru oleh kantor berita NHK pada Selasa 13 Maret 2018 memperlihatkan dukungan publik terhadap pemerintahan PM Abe berada di titik terendah usai dirinya memenangkan pemilu pada Oktober. 

Baca: Menkeu Jepang Akui Rekayasa Dokumen Terkait PM Abe

NHK menyebut dukungan publik terhadap PM Abe turun dua poin ke 44 persen sejak tahun lalu. Sementara survei di Yomiuri Shimbun memperlihatkan angka dukungan turun enam poin ke 48 persen.

Sejumlah pihak menyebut bertahannya Aso di tengah tekanan merupakan kunci dari kemampuan Abe untuk tetap menjabat PM. Aso, yang juga menjabat Wakil PM< adalah teman dekat Abe.

"Jika Aso meninggalkan pemerintahan, kabinet ini pasti menjadi tidak stabil," tulis Yomiuri Shimbun.


(WIL)