Negara yang Merugikan Tidak Akan Diberi Kebebasan Visa

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 21 Nov 2017 21:09 WIB
bebas visa
Negara yang Merugikan Tidak Akan Diberi Kebebasan Visa
Paspor Indonesia yang dikeluarkan oleh Dirjen Imigrasi (Foto: ANTARA).

Jakarta: Kebijakan pemerintah dengan memberikan bebas visa terhadap 169 negara tengah dievaluasi oleh Komisi I DPR melalui panitia kerja (Panja). Legislator mewaspadai adanya penyimpangan dari kebijakan tersebut. 

Anggota Komisi I DPR Andreas Hugo Pareira mengatakan pihaknya tengah menyoroti dampak dari kebijakan tersebut. Pihaknya mewaspadai adanya peningkatan kriminalitas di dalam negeri seiring dengan pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara. 

"Ada negara tertentu yang bisa menaikkan wisatawan, namun kriminalitas juga iya," ujar Andreas ditemui di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 21 November 2017. 

Ia menjelaskan hasil evaluasi ini nantinya tidak membatalkan seluruh negara mendapatkan kebijakan bebas visa. Namun menyoroti negara mana saja yang malah menjadi penyumbang kriminal paling tinggi dan penyumbang tenaga kerja asing ilegal yang paling banyak. 

"Kalau memberikan dampak sosial lebih baik kita cabut. Kalau negara itu memberikan untung ya kita berikan saja disamping ada kebijakan diplomatis dari pemerintah," kata politikus PDIP itu. 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengatakan pihaknya juga menyoroti negara-negara yang berpotensi membuka jalur perdagangan narkoba ke Indonesia. Nantinya hasil evaluasi tersebut akan diberikan ke pemerintah. 

Namun ia enggan menyebutkan negara mana saja yang tengah menjadi sorotan saat rapat Panja yang berlangsung secara tertutup. Ia mengaku telah mendata warga negara asing yang kerap melakukan pelanggaran di Tanah Air.

"Tiap bulan minta data ke polisi menyangkut pelanggaran hukum. Kalau menyangkut masalah imigrasi kita minta data ke Ditjen Imigrasi," pungkasnya. 

Sekedar untuk diketahui, negara yang mendapatkan bebas visa untuk masuk ke Indonesia beberapa diantaranya Australia, Brasil, Ukraina, Kenya, Uzbekistan, Banglades, Kamerun, Palestina, Honduras, Pakistan dan Mongolia, Sierra Leone, Uruguay, Bosnia-Herzegovina, Kosta Rika, Albania, Mozambik, Macedonia, El Salvador, Zambia, Moldova, Madagaskar, Georgia, Namibia, Kiribati, Armenia, Bolivia, Bhutan, Guatemala, Mauritania, dan Paraguay.



(FJR)