PM Jepang Kirim Persembahan ke Kuil Kontroversial Yasukuni

Willy Haryono    •    Selasa, 17 Oct 2017 11:08 WIB
politik jepang
PM Jepang Kirim Persembahan ke Kuil Kontroversial Yasukuni
Orang-orang mengunjungi Kuil Yasukuni di Tokyo, Jepang, 15 Agustus 2017. (Foto: AFP/KAZUHIRO NOGI)

Metrotvnews.com, Tokyo: Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengirim persembahan ritual ke kuil kontroversial Yasukuni di Tokyo, Selasa 17 Oktober 2017. Pengiriman ini hampir dipastikan menuai protes dari Tiongkok dan Korea Selatan, yang memandang kuil tersebut sebagai pengingat kekejaman Jepang di masa perang.

Abe, tokoh konservatif di Jepang, mengirim pohon suci "masakaki" yang dilengkapi namanya ke Yasukuni di awal sebuah festival yang berlangsung hingga empat hari ke depan.

Pada pagi hari, belum terlihat adanya politikus di sekitar Yasukuni. Biasanya, hampir selalu ada beberapa politikus kabinet Abe yang datang ke kuil tersebut. 

Menurut laporan media Jepang, seperti dilansir AFP, Abe diyakini tidka akan mengunjungi Yasukuni sepanjang festival kali ini. Ia akan lebih fokus pada kampanye pemiihan umum untuk Minggu mendatang. 

Tokyo juga sedang berusaha menjalin hubungan yang lebih hangat dengan Beijing dan Seoul di tengah kekhawatiran global mengenai program misil serta nuklir Korea Utara. 

Yasukuni dibangun untuk menghormati jutaan prajurit Jepang yang tewas semasa Perang Dunia II. Dari jutaan itu, beberapa di antaranya dinyatakan melakukan kejahatan perang oleh pengadilan internasional. 

Selama bertahun-tahun, Yasukuni telah menjadi sumber kontroversi dalam hubungan Jepang dengan Tiongkok dan Korsel. 

Menurut Abe dan kubu nasionalis lainnya, Yasukuni hanya tempat untuk mengenang prajurit yang tewas tanpa ada maksud lain. Ia menyandingkannya dengan Pemakaman Nasional Arlington di Amerika Serikat. 

Kecaman datang dari Beijing dan Seoul saat Abe mengunjungi Yasukuni pada Desember 2013. Kedua negara itu mengaku sangat "menyayangkan" langkah Abe. 

Sejak saat itu, Abe tidak pernah lagi datang ke Yasukuni dan hanya mengirim persembahan.



(WIL)