Sekjen Baru ASEAN Serukan Peningkatan Manajemen Bencana

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 05 Jan 2018 15:17 WIB
asean
Sekjen Baru ASEAN Serukan Peningkatan Manajemen Bencana
Sekjen baru ASEAN Lim Jock Hoi dalam upacara serah terima jabatan di gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta, 5 Januari 2018. (Foto: AFP/BAY ISMOYO)

Jakarta: Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN perlu meningkatkan upaya peningkatan manajemen bencana alam, seetelah sejumlah badai mematikan melanda kawasan sejak beberapa pekan terakhir. 

Pesan disampaikan Lim Jock Hoi, Sekretaris Jenderal baru ASEAN yang menggantikan Le Luonh Minh. 

Dalam keterangannya, Lim menyinggung mengenai sebuah badai tropis yang melanda Filipina selatan bulan lalu. Musibah tersebut menewaskan sedikitnya 240 orang dan membuat puluhan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal.

Masih di bulan yang sama, siklon tropis menghantam pulau Jawa dan menewaskan sedikitnya 41 orang. 

"Kawasan kita rentan terkena bencana alam," kata Lim dalam upacara pelantikan di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Jumat 5 Januari 2018. 

"Hal ini menggarisbawahi pentingnya memperkuat kerja sama ASEAN dalam manajemen bencana dan bantuan kemanusiaan," lanjut dia. 

ASEAN yang beranggotakan 10 negara fokus terhadap diplomasi dan pertumbuhan ekonomi regional. 

Lim menggantikan Le Luong Minh yang mengatakan bahwa tantangan utama ASEAN adalah menjadikan organisasi ini "lebih dekat ke masyarakat." 

Menurut Lim, ASEAN harus "lebih proaktif" dan "meningkatkan kapabilitasnya" dalam upaya penanganan bencana. 

"Merupakan kewajiban kita bersama untuk meningkatkan daya tahan masyarakat kita melalui intervensi risiko bencana alam, strategi adaptasi perubahan iklim dan manajemen konservasi serta berkelanjutan dari biodiversitas dan sumber daya alam," tambah dia.

Sekjen ASEAN menjalani tugas selama lima tahun untuk satu periode. Posisi jabatan ini diputar di antara semua negara anggota.


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

4 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA