Arab Saudi dan Keterikatan dengan Indonesia

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 23 Nov 2017 20:18 WIB
indonesia-arab saudi
Arab Saudi dan Keterikatan dengan Indonesia
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dari Arab Saudi di Istana Bogor, Jawa Barat, Maret 2017 (Foto: Antara).

Jakarta: Arab Saudi memiliki hubungan yang kuat dengan Indonesia. Sebagai negara mayoritas penduduk beragama Islam, Indonesia menjadi salah satu 'sumber uang' bagi Negeri Petro Dolar tersebut.
 
Tak hanya itu, Indonesia juga banyak bergantung pada Arab Saudi. Direktur Sekolah Kajian tratejik dan Global Universitas Indonesia, Muhammad Luthfi, membeberkan seberapa dekatnya Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi.
 
"Arab Saudi merupakan salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia," ungkap Luthfi, dalam forum Kajian Stratejik: The Dynamics of Middle Eastern Politics, di Kampus Universitas Indonesia, Jakarta, Kamis, 23 November 2017.
 
Keberadaan Kota Suci Mekkah dan Madinah, sama-sama masuk dalam negara G-20, bersama mendirikan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), sesama anggota Gerakan Non Blok juga menjadi salah satu bukti kedekatan Saudi-RI. Tak hanya itu, pemberian Star of the Order of King Abdulaziz Al Saud Medal kepada Presiden Joko Widodo juga menjadi salah satu yang mempererat hubungan kedua negara.
 
Selain itu, Indonesia juga dibantu secara ekonomi oleh Arab Saudi. Sebanyak 34 persen minyak di Indonesia diimpor dari Arab Saudi. Mereka juga memberikan pemasukan dalam pariwisata Indonesia dan hingga kini turis Arab Saudi banyak yang berkunjung ke Tanah Air.
 
Namun, kedekatan Indonesia dengan Arab Saudi juga bisa menjadi bencana. Pasalnya, Arab Saudi yang terus menerus konflik dengan negara tetangganya, seperti Iran dan Qatar bisa menimbulkan migrasi yang besar di kawasan Timur Tengah.
 
"Banyak warga negara Timur Tengah bermigrasi secara masif, dan Indonesia menjadi tujuan akhir maupun antara. Saat ini, ada sebanyak 14 ribu pengungsi, 90 persen di antaranya dari Afghanistan," ungkap Luthfi.
 
Dari data Dirjen Imigrasi, sepanjang Januari hingga Agustus 2015, sebanyak 925 warga negara Suriah masuk ke Indonesia. Namun, 874 di antaranya telah dipulangkan ke negara asal.
 
Selain itu, konflik di Timur Tengah telah berdampak buruk bagi Arab Saudi. Cadangan devisa Arab Saudi pada Juli 2014 menurun menjadi USD669 miliar, dari yang sebelumnya USD746 miliar. Hal ini diikuti dengan rendahnya harga minyak, salah satu sumber pendapatan terbesar Arab Saudi.



(FJR)