Tinjau Peningkatan Kinerja Perlindungan WNI, Menlu RI Kunjungi Malaysia

Sonya Michaella    •    Rabu, 15 Mar 2017 13:46 WIB
perlindungan wni
Tinjau Peningkatan Kinerja Perlindungan WNI, Menlu RI Kunjungi Malaysia
Menteri Luar Negeri RI Retno L.P Marsudi (Foto: Sjaichul Anwar/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Untuk memantapkan perlindungan dan penguatan serta pelayanan Warga Negara Indonesia (WNI), Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P Marsudi mengunjungi Malaysia, tepatnya di Penang dan Johor Baru.
 
Kunjungan Menlu Retno ini dimulai dari 15 Maret hingga 17 Maret mendatang. Saat ini, Menlu Retno dilaporkan sudah berada di Penang.
 
"Menlu Retno akan bertemu dengan Gubernur Penang dan Johor Baru. Menlu akan mengunjungi beberapa sentra TKI," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, di Kemenlu RI, Jakarta, Rabu 15 Maret 2017.
 
Menlu Retno juga akan meresmikan inovasi baru yang diterapkan dua KJRI untuk meningkatkan pelayanan perlindungan WNI.
 
"Antara lain inovasi sistem pelacakan untuk proses pengajuan paspor bagi WNI di Penang dan Johor Baru, lalu ada pelayanan care system bagi pelayanan konsuler di KJRI," imbuhnya.
 
Dikatakan Arrmanatha, kunjungan Menlu Retno kali ini ke Penang dan Johor Baru adalah yang pertama kali setelah 30 tahun tidak ada peninjauan WNI di Malaysia.
 
"Ini membuktikan betapa fokusnya pemerintah saat ini untuk perlindungan WNI di luar negeri, khususnya dua wilayah ini, juga menerapkan tiga strategi perlindungan WNI yaitu pencegahan, deteksi dini dan respons cepat," tuturnya.
 
Malaysia menjadi wilayah yang penting diperhatikan oleh Indonesia karena terhitung secara resmi ada 1,4 juta WNI yang ada di Negeri Jiran ini.
 
"Ini yang resmi dicatat di KBRI dan KJRI serta sistem perlindungan WNI di Jakarta. Belum lagi yang secara ilegal masuk ke Malaysia. Kalau ditotal bisa dua kali lipat dari jumlah resmi," ucap Arrmanatha.
 
Menurut laporan, di Penang ada sekitar 80 ribu WNI dan lebih dari 50 persennya bekerja di ladang kelapa sawit atau manufaktur. Sisanya adalah pelajar dan WNI yang menikah dengan warga negara Malaysia. Sementara, di Johor Baru terdapat sekitar 340 ribu WNI.
 
Uniknya, setiap tahun, perwakilan Indonesia di Malaysia menangani sekitar empat ribu WNI untuk kembali ke Indonesia dengan berbagai masalah, misalnya saja gaji TKI yang tidak dibayar atau penganiyaan, pelanggaran imigrasi, masalah hukuman terkait narkoba dan pembunuhan serta tindakan kriminal lainnya.
 
"Perwakilan Indonesia di sana juga kerap membantu memfasilitasi WNI yang meninggal untuk mengirimkan jenazahnya kembali ke Indonesia atau WNI yang sakit," pungkas Arrmanatha. 



(FJR)