Serangan di Bagdhis yang Pertama Dilakukan Taliban Sejak Idulfitri

Arpan Rahman    •    Rabu, 20 Jun 2018 17:05 WIB
talibantaliban afghanistan
Serangan di Bagdhis yang Pertama Dilakukan Taliban Sejak Idulfitri
Kelompok Taliban kembali melakukan serangan di Afghanistan (Foto: AFP).

Kabul: Sebanyak 30 prajurit Afghanistan tewas dalam sebuah serangan yang diklaim oleh Taliban. Serangan ini merupakan yang pertama sejak gencatan senjata sebelum Idulfitri.

Baca juga: Taliban Bunuh 30 Prajurit Afghanistan.

Pejabat Afghanistan mengatakan kepada BBC bahwa empat tentara sudah tewas dalam serangan di sebuah pos militer di Provinsi Badghis barat. Namun terakhir jumlah prajurit yang tewas saat ini mencapai 30 jiwa.
 
Taliban mengakhiri gencatan senjata tiga hari mereka pada Minggu malam -- saat peringatan Idulfitri berakhir. Pemerintah Afganistan mengatakan akan terus mengamati gencatan senjata sepihak.
 
Kepala polisi Badghis dan gubernur provinsi itu mengatakan kepada BBC bahwa para pejuang Taliban menyerang posisi tentara pada sekitar pukul 01:00 waktu setempat pada Selasa 19 Juni.
 
"Setelah beberapa jam pertempuran sengit 30 pasukan keamanan Afghanistan tewas dan Taliban merebut pangkalan itu," katanya, seperti dilansir BBC, Rabu 20 Juni 2018.
 
Gencatan senjata Idulfitri menunjukkan adegan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Afghanistan, ketika tentara dan gerilyawan Taliban saling berpelukan.
 
Tapi pada Minggu para militan mengatakan gencatan senjata tidak akan diperpanjang. Presiden Ashraf Ghani mengatakan pemerintah akan melanjutkan gencatan senjata sepihak selama 10 hari.
 
Gencatan senjata ini yang pertama bagi Taliban sejak pemerintah yang dijatuhkannya terguling  dalam invasi yang dipimpin Amerika Serikat pada 2001. Puluhan ribu warga Afghanistan terbunuh sejak saat itu.
 
Pada Februari, Ghani menawarkan pembicaraan damai militan "tanpa prasyarat" dan pengakuan Taliban sebagai kelompok politik yang sah jika mereka menghormati aturan hukum.


(FJR)


Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

8 hours Ago

Amerika Serikat kembali diguncang skandal mata-mata. Kejaksaan wilayah Washington DC menahan seorang…

BERITA LAINNYA