Air China Tutup Rute Penerbangan Tiongkok-Korut

Sonya Michaella    •    Selasa, 18 Apr 2017 12:12 WIB
korea utarationgkok
Air China Tutup Rute Penerbangan Tiongkok-Korut
Maskapai penerbangan Tiongkok, Air China. (Foto: Skynews)

Metrotvnews.com, Beijing: Maskapai penerbangan milik Tiongkok, Air China menutup rute penerbangan ke Korea Utara (Korut) untuk sementara waktu. Penerbangan terakhir Beijing-Pyongyang berlangsung Jumat 14 April kemarin.

Spekulasi bermunculan di mana tindakan Tiongkok ini didasari pertemuan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pekan lalu, di mana Trump mendesak Tiongkok agar 'mengendalikan' Korut perihal program nuklirnya.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lu Kang, mengatakan bahwa penutupan rute penerbangan ini tak ada hubungannya dengan pemerintah dan murni 'berbasis pasar'.

"Itu wajar jika Air China atau maskapai lain membuat keputusan seperti itu. Jangan berspekulasi dari masalah ini," ucapnya, seperti dikutip dari Asia One, Selasa 18 April 2017.

Beijing adalah satu-satunya sekutu utama Pyongyang dan mitra dagang terbesarnya. Hal ini pula yang membuat Trump bersikeras bahwa Xi bisa menyetop Korut terus melakukan uji coba nuklir.

Tak hanya itu, Februari lalu, Tiongkok pun sudah menyetop semua impor batubara dari Korut. Padahal, impor dari Tiongkok sangat penting bagi Negara Komunis tersebut.

Seorang perwakilan dari Air China menjelaskan, pembatalan penerbangan tersebut karena permintaan merosot dari hari-hari sebelumnya. Air China memang satu-satunya maskapai penerbangan Tiongkok yang membuka jalur tujuan ke Korut.

"China Air belum menghentikan rute Beijing-Pyongyang. Penerbangan dibatalkan berdasarkan penjualan tiket yang rendah," ungkap dia.

Sementara itu, seorang operator Air China mengatakan, rute penerbangan Beijing-Pyongyang, kemungkinan besar, akan dibuka kembali Maret tahun depan.

Agen-agen perjalanan wisata Tiongkok juga mengatakan, mereka telah berhenti menawarkan paket wisata ke Korut dengan alasan kurangnya minat dari wisatawan.

"Penjualan tiket dan paket wisata ke Korut cukup buruk. Maka, kami tidak lagi menawarkannya," kata seorang pemilik agen wisata.



(FJR)