Filipina, Indonesia dan Malaysia Sepakat Bersama-sama Perangi ISIS

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 06 Sep 2017 15:32 WIB
terorisme di filipina
Filipina, Indonesia dan Malaysia Sepakat Bersama-sama Perangi ISIS
Seorang prajurit Filipina terlihat dari balik lubang di sebuah gedung di Marawi, 30 Agustus 2017, yang hancur akibat pertempuran melawan militan terafiliasi ISIS. (Foto: AFP/FERDINANDH CABRERA)

Metrotvnews.com, Manila: Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah berkomunikasi dengan pemimpin dua negara tetangga, yaitu Indonesia dan Malaysia. Melalui sambungan telepon, Duterte menyebut kedua negara tersebut sepakat bersama-sama memerangi kelompok militan Islamic State (ISIS) di Asia Tenggara.

"Saya sudah berbicara dengan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Najib Razak. Kami sepakat akan membicarakan mengenai hal ini dan sedang menunggu saat yang tepat," ujar Duterte, seperti dilansir dari laman Asian Correspondent, Rabu 6 Agustus 2017.

Duterte menyebut, ISIS terpojok di Suriah, dan sedang mencari wilayah baru sebagai basisnya. Salah satu yang dikhawatirkan menjadi basis terbaru adalah Asia Tenggara, dengan kota Marawi sebagai permulaannya.

Mantan wali kota Davao ini menuturkan Filipina siap membuka akses perbatasan untuk operasi gabungan melawan ISIS. Tujuannya, agar penyebaran kelompok militan itu terhenti.

"Saya bersedia membuka perbatasan saya ke pihak berwenang Malaysia dan Indonesia. Mereka akan diberi akses," tuturnya.

ISIS Cabang Asia Tenggara

Sementara itu, militer Malaysia dan Indonesia juga mengakui adanya penyebaran militan ISIS hingga ke Asia Tenggara. Duterte menambahkan, saat ini ada sejumlah simpatisan ISIS yang melakukan perekrutan di Mindanao dan sekitarnya.

Sementara itu di kota Marawi, Letnan Jenderal Carlito Galvez, Jr. yang adalah komandan Pasukan Komando Mindanao, mengatakan bahwa kelompok Maute berusaha mendirikan basisnya di sana, agar dapat menjadi cabang resmi dari ISIS.

"Mereka ingin menunjukkan bahwa ISIS memiliki wilayah di Filipina, dan perang saat ini merupakan salah satu cara agar ISIS bisa secara penuh mengambil alih," seru Carlito.

Bentrokan di Marawi antara pasukan pemerintah dan kelompok Maute menewaslan lebih dari 800 orang tewas sejak meletus 23 Mei. Menurut militer Filipina, sebagian besar yang tewas berasal dari kubu teroris.

 


(WIL)