Gempa 3,4 SR Guncang Korut, Dicurigai Berasal dari Ledakan

Marcheilla Ariesta    •    Sabtu, 23 Sep 2017 17:46 WIB
nuklir korea utara
Gempa 3,4 SR Guncang Korut, Dicurigai Berasal dari Ledakan
Ilustrasi: AFP

Metrotvnews.com, Beijing: Pusat Seismik Tiongkok (CENC) mendeteksi gempa berskala ringan terjadi di Korea Utara (Korut). Gempa 3,4 Skala Richter dicurigai akibat ledakan rudal atau nuklir.
 
Kecurigaan itu beralasan lantaran episentrum itu sama dengan gempa dangkal pada 3 September lalu. Ternyata, kala itu, ledakan disebabkan uji coba nuklir Korut.
 
"Diduga gempa kali ini akibat ledakan yang dilakukan Korea Utara," ujar Pusat Seismik Tiongkok.
 
AFP melaporkan, Sabtu 23 September 2017, gempa terjadi usai ketegangan yang membuncah antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan rezim Kim Jong-un. Hal ini menimbulkan kekhawatiran internasional.
 
Uji coba yang dilakukan awal September dianggap nuklir paling kuat yang dicoba Pyongyang. Pasalnya ledakan tersebut memicu gempa yang jauh lebih kuat dan dirasakan hingga di seberang perbatasan di Tiongkok.
 
Pyongyang mengklaim mereka melakukan uji coba bom hidrogen yang bisa dipasang pada rudal balistik jarak jauh mereka. Pernyataan ini menimbulkan kecaman dari berbagai negara asing.
 
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kemudian mengeluarkan sanksi kedelapan bagi Korut, yaitu pembatasan pengiriman minyak. Hal ini diharapkan bisa mengurangi pendapatan negara yang digunakan untuk membangun dan mengembangkan senjata nuklir Pyongyang.
 
Dampak sanksi tersebut sudah mulai dirasakan. Bahkan, sekutu terdekat Korut, Tiongkok, yang merupakan pemasok minyak terbesar ke negara tersebut menyetujui sanksi yang diberikan DK PBB.
 
Bom hidorgen merupakan senjata termonuklir yang jauh lebih kuat dari pada bom atom berbasis fisi biasa. Bom ini menggunakan ledakan nuklir yang menghasilkan suhu tinggi yang dibutuhkan agar fusi terjadi.



(FJR)