Pengunjuk Rasa Paksa Masuk ke Kedubes Myanmar

Sonya Michaella    •    Kamis, 24 Nov 2016 15:09 WIB
konflik myanmar
Pengunjuk Rasa Paksa Masuk ke Kedubes Myanmar
HIMA PERSIS berorasi di depan Kedubes Myanmar, Jakarta, 24 November 2016. (Foto: MTVN/Sonya Michaella)

Metrotvnews.com, Jakarta: Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) yang berunjuk rasa mengecam kekerasan terhadap etnis Rohingya memaksa masuk ke Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta.

Mereka menuntut pemerintah Myanmar menghentikan kekerasan dan genosida terhadap etnis Muslim Rohingya di Rakhine.

Pantauan Metrotvnews.com, dua orang dari HIMA PERSIS -- salah satunya pemimpin orasi -- akhirnya diterima Kedubes Myanmar. Saat ini mereka sudah berada di dalam Kedubes Myanmar.

"Kami menunggu apa yang akan dikatakan pihak Kedubes Myanmar kepada anggota kami," teriak salah satu wakil pemimpin orasi.

Sembari menunggu, mereka pun menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Indonesia, seperti Indonesia Raya dan Ibu Pertiwi.

Sekitar 50 orang dari HIMA PERSIS berunjuk rasa menuntut Myanmar menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar.



Mereka juga meminta pemerintah Indonesia memutus hubungan diplomatik dengan Myanmar dan segera mengusir duta besar Myanmar untuk Indonesia, jika negara tersebut mengabaikan seruan untuk menghentikan kekerasan.

Merujuk pada laporan Human Right Watch, melalui satelit jarak jauh, laporan tersebut menunjukkan fakta terjadinya pembakaran rumah dan bangunan di tiga desa di Rakhine.

Baca: Bungkam soal Pembantaian Rohingya, Suu Kyi Dikecam

Beberapa laporan lain menunjukkan adanya pemerkosaan dan perampasan harta benda di sepanjang wilayah Rakhine.

Terjunnya pasukan pemerintah Myanmar ke Rakhine dipicu serangkaian serangan terkoordinasi dan mematikan di pos perbatasan polisi sebulan lalu.


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA