Hubungan Korsel-India dan Penguatan Kerja sama dengan ASEAN

Fajar Nugraha    •    Kamis, 24 Nov 2016 20:06 WIB
asean
Hubungan Korsel-India dan Penguatan Kerja sama dengan ASEAN
Dubes-dubes membahas penguatan kerja sama Korsel-India dan ASEAN (Foto: Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Depok: Korea Selatan (Korsel) dan India, menjadi dua negara yang memiliki kerja sama yang erat dengan ASEAN.
 
Duta Besar Korsel untuk ASEAN Suh Jeong-In mengatakan bahwa ASEAN memiliki sumber yang sangat banyak. Sumber-sumber ini, khususnya keuangan bisa dimanfaatkan untuk kemajuan kerja sama antar kawasan terutama dalam wadah ASEAN+3 (plus Three), East Asia Summit (EAS) dan berbagai kerja sama lainnya.
 
"ASEAN memiliki banyak sumber keungangan untuk mengembangkan sumber daya manusia di kawasan, ini termasuk Indonesia. Tetapi saat ini negara asean terkena pengaruh silo (hanya berkumpul tanpa menerima masukan dari luar)," ujar Dubes Suh, dalam seminar 'Human Development Partners in the ASEAN Community' International Public Lecture FISIP HI Universitas Indonesia, di Depok, Jawa Barat, Kamis (24/11/2016).
Dubes RI untuk ASEAN Rahmat Pramono (kiri) dan Dubes Korsel untuk ASEAN (Foto: Metrotvnews.com).
 
 
 
Selain itu Korsel juga meningkatkan program pengembangan untuk pemuda. Terutama bantuan diberikan kepada sekolah menengah kejuruan.
 
"Ini sangat penting bagi pemuda di Indonesia untuk lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Itu sebabnya Korsel menganggap penting pelatihan kejuruan ini," ungkapnya.
 
"Kami terus berupaya meningkatkan kerja sama ini sejak 1990. Kami sudah memberikan bantuan kepada ASEAN hingga USD81 juta," imbuh Dubes Suh. 
 
Dubes Suh menambahkan pihaknya mencoba untuk mengatur kembali, guna memberikan bantuan yang tepat sasaran. Fokusnya tetap pada sekolah menengah kejuruan. Mulai dari area kosmetik, teknik atau bahkan teknik perledengan.
 
Sementara Dubes RI untuk ASEAN Rahmat Pramono menyebutkan bahwa ingin mengupayakan kerja sama ASEAN dalam bentuk yang lebih sederhana. ASEAN bisa menggunakan diskusi dialog partner ini untuk memajukan kerja sama yang ada.


Dubes India untuk ASEAN Suresh K. Reddy (kiri) (Foto: Metrotvnews.com).

 
Hal ini juga diutarakan oleh Dubes India untuk ASEAN Suresh K. Reddy. "Selama ini, bersama dengan Korsel dan Tiongkok, India menjadi mitra kuat bagi ASEAN," tutur Dubes Reddy.
 
Kerja sama antara ASEAN dengan India tidak bisa dianggap sebelah mata. Menurut Dubes Rahmmat, investasi asing langsung dari India ke ASEANmeningkat secara siginifikan hingga 98 persen.
 
Tercatat investasi India ke ASEAN pada 2014 mencapai USD606 juta. Angka tersebut kemungkinan meningkat hingga USD1,2 miliar pada 2015.
 
Sementara berbagai kerja sama disepakati antara India dan ASEAN. Ini termasuk ASEAN-India free trade area, ASEAN-India Business Council, ASEAN-India Cooperation Fund dan beberapa kerja sama lainnya.
 
Sedangkan untuk kerja sama dengan Korsel sudah berlangsung sejak 1980an. Korsel adalah rekan perdagangan terbesar kelima ASEAN. Selain itu, Korsel juga investor terbesar keenam dengan ASEAN.
 
Adapun kesepakatan perdagangan bebas antara Korsel dan ASEAN resmi diterapkan pada 2010. Pada 2014, kerja sama kedua wilayah makin dipererat dengan pembentukan ASEAN-Korea Business Council.
 
Perhatian tertuju pada MEA
 
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) juga menjadi perhatian besar bagi kedua duta besar untuk ASEAN itu. Dubes Suh menyebutkan keberhasilan MEA bisa mempengaruhi EAS Community yang sukses pula.
 
"Itu sebabnya kesukseksan MEA sangat penting untuk memperkuat dimensi ASEAN+3 (plus three) dan meraih MEA yang mengutamakan kepentingan kawasan, saat menghadapi isu global," pungkas Dubes Suh.
 
Salah satu hal lain yang penting dalam hubungan kerja sama ASEAN dengan Korsel dan India adalah Mutual Recognition Arrangemet (MRA). MRA mengatur sertifikasi prosesi dari warga asing yang ingin bekerja di negara ASEAN dan sebaliknya. Menurut Dubes Rahmat Pramono, kedua negara menginginkan aturan dari MRA ini dibuat sesederhana mungkin.
 
Kedua negara itu juga menginginkan agar aturan ini bisa cepat diterapkan. bukan hanya indonesia sendiri tetapi di seluruh negara anggota ASEAN.
 
Setidaknya ada delapan profesi yang bersaing ketat dalam MEA. Pertama adalah insinyur, arsitek, pekerja periwisata, kemudian akuntan, dokter gigi, tenaga survei, praktisi medis dan perawat.

(FJR)