Formula 3+1 Ditawarkan Indonesia untuk Palestina

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 27 Jun 2018 16:11 WIB
palestina merdeka
Formula 3+1 Ditawarkan Indonesia untuk Palestina
Menlu Retno Marsudi di Forum CEAPAD. (Foto: Dok. Kemenlu).

Bangkok: Indonesia akan selalu berada di garis terdepan membela Palestina mendapatkan kemerdekaannya. Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam Konferensi dan Kerja Sama negara Asia Timur untuk Perkembangan Palestina (CEAPAD).

Indonesia menawarkan formula 3+1 kepada CEAPAD yang dapat digunakan untuk memastikan kemerdekaan Palestina. Menurut Menlu Retno, formula tersebut sesuai kebutuhan rakyat Palestina.

Formula 3+1 itu meliputi, pembangunan kapasitas di berbagai sektor, menciptakan kondisi kondusif bagi tumbuh kembang perekonomian Palestina, serta sinergi bantuan kapasitas yang diberikan CEAPAD dan organisasi lain secara bilateral, regional dan global.

"Negara Palestina yang merdeka tidak dapat disiapkan dalam waktu singkat, butuh waktu panjang untuk mempersiapkannya. Komitmen Indonesia untuk berdirinya negara Palestina yang merdeka tidak akan pudar, bahkan semakin tinggi," ujar Menlu RI, seperti dikutip dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri, Rabu 27 Juni 2018.

Dia menuturkan Indonesia akan memberikan perhatian dan prioritas kepada isu Palestina, terlebih sebagai anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) 2019-2020.

Menlu Retno turut menggarisbawahi pentingnya komitmen politik masyarakat internasional yang memiliki hubungan dengan Israel untuk tidak memindahkan Kedutaannya ke Yerussalem dan agar mengakui negara Palestina merdeka bagi yang belum melakukannya.

Menurutnya, Palestina terus menghadapi ketidakadilan dan penjajahan. Ada beberapa alasan masyarakat internasional fokus pada kemerdekaan Palestina.

"Pertama komitmen untuk membantu Palestina, termasuk dari UNRWA. Kedua, proses perdamaian mengalami kemandekan, dan ketiga tindak kekerasan yang terus dilakukan militer Israel. Terakhir, harapan berdirinya negara Palestina semakin tidak menentu," ucapnya.

Menurut dia kondisi itu memperteguh komitmen dunia, termasuk Indonesia memperjuangkan kemerdekaan Palestina. 

Pertemuan CEAPAD III dihadiri oleh Menteri Luar Negeri dan pejabat tinggi 11 negara, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Jepang, Malaysia, Mesir, Palestina, Korea Selatan, Singapura, Thailand, Vietnam dan Yordania, serta lima organisasi internasional, yaitu Islamic Development Bank, World Bank, Arab League of Nations, Office of the Quartet on the Middle East dan United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA).
 
CEAPAD adalah forum yang dibentuk sejak tahun 2013 sebagai wadah bagi negara-negara Asia Timur untuk membantu peningkatan kapasitas Palestina. Indonesia telah menjadi tuan rumah CEAPAD II di Jakarta, tahun 2014 dan tuan rumah dan ketua pertemuan CEAPAD tingkat pejabat tinggi di Jakarta tanggal 31 Mei 2018 sebagai persiapan pertemuan CEAPAD III.


(FJR)