Pengalaman WNI Gunakan Aplikasi Safe Travel

Sonya Michaella    •    Kamis, 05 Apr 2018 17:16 WIB
perlindungan wni
Pengalaman WNI Gunakan Aplikasi Safe Travel
Seorang WNI, Victor Maulana yang sempat menggunakan aplikasi Safe Travel di Malaysia (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Pengalaman menggunakan Safe Travel telah dirasakan oleh seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Victor Maulana. Ia menggunakan aplikasi Safe Travel ketika mengunjungi Malaysia, pekan lalu.
 
(Baca: Melancong ke Negeri Orang, WNI Bisa Andalkan Safe Travel).
 
"Pakai Safe Travel enak banget. Saya jadi gampang cari tempat makan, tempat ibadah, dan tempat wisata," kata Victor kepada Medcom.id, di Jakarta, Kamis 5 April 2018.
 
Menurut Victor, ia belum menemukan fitur yang memberitahu di mana dapat mencari transportasi umum di Malaysia.
 
"Kalau ada di satu aplikasi kan jadi lebih enak. Itu saja yang belum ada, untuk cari transportasi umum," tambahnya.
 
Aplikasi Safe Travel ini sebenarnya sudah dibuat sejak tahun lalu dalam bentuk Beta. Dengan masukan dari berbagai pihak, akhirnya aplikasi ini disempurnakan dan akan diluncurkan secara resmi pada 14 April nanti.
 
Safe Travel memang membidik para WNI yang kerap bepergian ke luar negeri agar tetap aman dan nyaman di negeri orang. Namun, untuk para WNI yang sedang tinggal di luar negeri, Kementerian Luar Negeri RI juga meluncurkan sebuah aplikasi portal untuk mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan dokumen pribadi secara online.
 
Terdapat Panic Button dalam aplikasi tersebut yang bisa ditekan jika traveler mengalami kesulitan. Pesan darurat ini akan diterima oleh KBRI dan KJRI terdekat dan akan langsung direspon.
 
(Baca: Gempa Nepal 2015 Insipirasi Dikembangkan Safe Travel).
 
Di dalam aplikasi ini, semua informasi terkait negara yang dituju sudah tersedia, seperti tempat makan, tempat ibadah, tempat wisata, termasuk cuaca, bahkan sampai ada bencana apa yang sudah terjadi dan peringatan boleh atau tidaknya mengunjungi negara tersebut.
 
Yang menarik, di Safe Travel tersebut, seorang traveler bisa terhubung dengan traveler lainnya yang sedang di dalam satu negara, sehingga mereka bisa bertukar informasi.


(FJR)