Gempa Dahsyat 5,8 SR Landa Lepas Pantai Jepang

Arpan Rahman    •    Senin, 13 Nov 2017 12:49 WIB
gempajepang
Gempa Dahsyat 5,8 SR Landa Lepas Pantai Jepang
Ilustrasi: Metrotvnews.com

Sendai: Guncangan gempa berkekuatan 5,8 skala Richter telah menggetarkan pantai timur Jepang, menurut Badan Survei Geologis Amerika Serikat atau United States Geological Survey (USGS).

Gempa tersebut melanda 351 kilometer timur Sendai, Pulau Honshu, pada kedalaman 9,5 kilometer. USGS awalnya mencatat gempa tersebut memiliki magnitudo 6,1. Namun kemudian diturunkan menjadi 5,8 SR.

Belum jelas apakah terjadi kerusakan di pedesaan dan kota-kota di pantai timur. Dilansir The Express, Senin 13 November 2017, sudah disebarkan bahwa gempa tersebut belum memicu peringatan tsunami.

Badan Meteorologi Jepang mengatakan tidak percaya bahwa intensitas gempa cukup kuat untuk menyebabkan kerusakan pada tanah.

Jepang berada di Ring of Fire atau cincin api pasifik, garis patahan di kerak bumi di sekitar Samudra Pasifik, yang merupakan titik panas banyak aktivitas gempa.

Bulan lalu, negara tersebut diguncang gempa berkekuatan 5,8 SR. Pada tahun 2011, sebanyak 15.894 orang terbunuh setelah gempa berskala 9,1 SR memicu tsunami dengan gelombang hingga 10 meter.

Bencana itu menghancurkan bangunan dan infrastruktur, yang menyebabkan kecelakaan signifikan pada empat pembangkit listrik tenaga nuklir utama.

Kabar gempa Jepang ini menyusul Irak dilanda gempa dahsyat, yang menewaskan sedikitnya 61 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya, menurut siaran pers.

Kota Darbandikhan di Irak, 75 kilometer sebelah timur kota Sulaimaniyah di daerah Kurdistan semi-otonom, termasuk di antara daerah-daerah yang terkena dampak paling parah dan setidaknya 30 orang telah terluka.

Beberapa pengguna media sosial di Israel, Turki, dan Uni Emirat Arab (UEA) juga melaporkan mengalami getaran. Gempa tersebut melanda pada pukul 09.19 waktu setempat pada kedalaman 33 kilometer.

Satu stasiun TV melaporkan: "Gempa tersebut dirasakan di beberapa provinsi Iran yang berbatasan dengan Irak. Delapan desa rusak parah. Listrik sudah terputus di beberapa desa dan tim penyelamat telah dikirim ke daerah tersebut."


(FJR)