Siksa Pembantu, Majikan di Malaysia Bebas dari Hukuman Mati

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 26 Jan 2018 16:56 WIB
malaysia
Siksa Pembantu, Majikan di Malaysia Bebas dari Hukuman Mati
Majikan bebas dari hukuman mati setelah siksa ART hingga tewas. (Foto: Medcom.id).

Putrajaya: Seorang asisten rumah tangga (ART) asal Kamboja tewas ditangan majikannya lantaran tidak diberi makan. Namun, majikannya tersebut berhasil lolos dari hukuman mati setelah Pengadilan Federal membatalkan tuduhan pembunuhan.
 
Majikan ART masing-masing dihukum 10 tahun penjara karena melakukan pembunuhan keji, padahal sebelumnya mereka dijatuhi hukuman mati. Chin Chui Ling, 45, dan suaminya Soh Chew Tong, 48, dihukum karena melakukan pembunuhan pada 2015.
 
ART malang asal Kamboja Mey Sichan, 24, ditemukan tewas di rumah toko milik pasangan itu yang ada di Penang pada 2012. Dia ditemukan tewas dengan luka-luka di tubuhnya, dehidrasi parah dengan pipi cekung dan beratnya hanya 26 kilogram.
 
Pada Jumat 26 Januari 2018, Hakim Mohd Raus Sharif mengatakan belum cukup bukti yang meyakinkan pasangan itu membunuh ART mereka. Hakim menyebutkan tindakan mereka tidak termasuk dalam pembunuhan karena dilakukan tanpa bermaksud menyebabkan kematian.
 
"Kami mempertimbangkan fakta kasus ini dan apa yang sebenarnya terjadi. Ini adalah kasus serius dan kami memetintahkan keduanya untuk masing-masing menjalani hukuman 10 tahun penjara," kata Hakim, dilansir dari laman Channel News Asia, Jumat 26 Januari 2018.
 
Hakim mengatakan, masa hukuman penjara harus memperhitungkan jumlah tahun pasangan tersebut mendekam dalam tahanan.
 
Mendengar keputusan itu, Soh dan Chin sangat gembira, mereka menangis dan memeluk ibunya sebelum dibawa kembali ke sel.
 
Awalnya, Soh dan Chin dijatuhi hukuman penjara 24 tahun pada 2013. Setelah mengajukan banding, pada 2015 Pengadilan Tinggi menjatuhkan hukuman mati. Keduanya lalu mengajukan banding lagi ke Pengadilan Federal.



(FJR)