Perayaan 60 Tahun Persahabatan, Jokowi Diharapkan Hadir di Jepang

Sonya Michaella    •    Kamis, 23 Nov 2017 16:56 WIB
indonesia-jepang
Perayaan 60 Tahun Persahabatan, Jokowi Diharapkan Hadir di Jepang
Presiden Joko Widodo dan PM Jepang Najib Razak dengan latar belakang logo 60 tahun hubungan kedua negara (Foto: Biro Pers Setpres).

Jakarta: Tahun depan merupakan tahun yang penting bagi Jepang dan Indonesia. Di tahun 2018, kedua negara akan merayakan 60 tahun hubungan diplomatik yang sudah dibangun sejak 1958 silam.

Pertemuan bilateral antara Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di sela KTT ASEAN di Filipina dua pekan lalu pun menjadi bukti bahwa kedua negara terus berkomitmen dalam melakukan kerja sama. 

"Pertemuan yang sangat menyenangkan, karena kedua pemimpin juga sudah mengetahui logo 60 tahun Indonesia-Jepang yang didesain oleh remaja asal Indonesia," kata Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii ketika ditemui di Kedutaan Besar Jepang, Jakarta, Kamis 23 November 2017.

Dubes Ishii juga mengatakan, secara tersirat atau bisa dikatakan dengan cara Jepang, PM Abe mengundang Jokowi untuk berkunjung ke Jepang, tahun depan.

"PM Abe dan Presiden Jokowi sangat antusias dengan perkembangan berbagai kerja sama yang akan digarap lebih cepat tahun depan," ungkap dia.

Pada pertemuan tersebut, Jokowi dan Abe membicarakan berbagai isu bilateral dan multilateral termasuk isu Korea Utara.

"Untuk isu bilateral, bagaimana kita bisa meningkatkan kerja sama di tahun depan yang merupakan tahun penting bagi dua negara," tukas mantan perwakilan Jepang di NATO ini. 

Ia mengatakan, Jepang juga sudah menyiapkan berbagai festival di Tokyo untuk merayakan 60 tahun usia persahabatan kedua negara ini.

"Nanti di Jakarta kami juga pasti merayakannya. Yang terpenting, hubungan kita harus makin erat dan kerja sama kedua negara harus ditingkatkan," ujarnya lagi.

Logo 60 tahun Indonesia Jepang pun tak sembarangan dipilih. Jepang menyelenggarakan lomba mendesain logo yang diikuti oleh 469 orang dari Indonesia dan Jepang. Akhirnya, logo yang dipakai untuk tahun depan adalah buatan siswa SMA asal Indonesia.


(FJR)