Dubes Turki Sebut Ada 9 Sekolah Terkait FETO di Indonesia

Willy Haryono    •    Jumat, 14 Jul 2017 20:48 WIB
kudeta turki
Dubes Turki Sebut Ada 9 Sekolah Terkait FETO di Indonesia
Dubes Turki untuk Indonesia Sander Gurbuz di kediamannya di Jakarta, Jumat 14 Juli 2017. (Foto: MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Turki menuduh tokoh Fethullah Gulen dan organisasinya -- disebut Ankara sebagai FETO -- sebagai dalang dari percobaan kudeta yang berakhir gagal pada 15 Juli tahun lalu.

FETO disebut pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan memiliki jaringan di hampir 150 negara dunia, termasuk Indonesia. 

Duta Besar Turki untuk Indonesia Sander Gurbuz menyebut FETO memperluas jaringannya dengan mendirikan sekolah, institusi pendidikan, dan pusat budaya. Namun, lanjut dia, sebagian besarnya adalah sekolah.

"Ada 9 (sekolah terkait FETO) di Indonesia. Nama sekolahnya beragam. Tentu saja sekolahnya tidak diberi nama Sekolah FETO," kata Dubes Gurbuz dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta, Jumat 14 Juli 2017. 

Setelah kudeta berakhir, pemerintah Turki mengumumkan bahwa ada sekolah dan institusi pendidikan terkait FETO di beberapa negara sahabat. Dubes Gurbuz menekankan bahwa pemerintahnya sama sekali tidak bermaksud mengganggu aktivitas belajar murid-murid di sejumlah sekolah terkait FETO.

"Tidak ada hubungannya. Para orangtua murid menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah itu, tanpa mengetahui bahwa itu terkait FETO," sebut Dubes Gurbuz.

Ia menambahkan, guru-guru di sembilan sekolah terkait FETO di Indonesia ini dipilih, diedukasi dan dilatih langsung oleh Gulen. Bahkan, kata dia, ada juga beberapa yang mendapat bayaran langsung dari kantong Gulen. 

Dubes Gurbuz menyebut hal terkait FETO ini baru diungkap ke permukaan karena pemerintah Turki sulit mendeteksi gerakannya sejak 10-15 terakhir ini. FETO disebut-sebut menyusupi banyak institusi di Turki dan negara lain tanpa menimbulkan kecurigaan. 

"Saat pesawat jet tempur membombardir parlemen Turki, banyak yang tidak menyangka. Bahkan keluarga dari pilot jet tempur (pelaku kudeta) juga tidak mengetahuinya," ujar Dubes Gurbuz. 

Saat ini Gulen tinggal di Pennsylvania, Amerika Serikat (AS). Turki telah mengirim permohonan resmi kepada AS untuk segera mengekstradisi Gulen. 

Namun hingga saat ini, Gulen masih bertahan di Negeri Paman Sam. AS mengatakan masih mempelajari sejumlah dokumen yang dikirim Turki terkait permohonan ekstradisi.

 


(WIL)