Swedia Anggap Indonesia sebagai Pasar Bebas dan Ladang Investasi

Sonya Michaella    •    Jumat, 19 May 2017 13:58 WIB
indonesia-swedia
Swedia Anggap Indonesia sebagai Pasar Bebas dan Ladang Investasi
Duta Besar RI untuk Swedia Bagas Hapsoro (kanan berbatik hijau) (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia dianggap sebagai pasar bebas dan ladang investasi oleh Swedia. Itulah sebabnya, perdagangan dan investasi menjadi fokus kunjungan Raja Swedia, Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia.
 
"Indonesia itu dianggap sebagai pasar bebas oleh pihak Swedia. Terbukti banyak produk Swedia yang masuk ke Indonesia, seperti fesyen. Kopi gayo asal Indonesia juga sudah masuk ke Swedia," kata Duta Besar RI untuk Swedia Bagas Hapsoro di Jakarta, Jumat 19 Mei 2017.
 
Terbukti, ekspor Indonesia ke Swedia pada 2016 mencapai USD145 juta dan sebaliknya, impor Indonesia dari Swedia mencapai USD526 juta.
 
"Swedia juga menciptakan sekitar 20 ribu lapangan kerja untuk warga Indonesia ya melalui produk-produknya itu, seperti Skype, Spotify, H&M," tutur dia.
 
Sejumlah Memorandum of Understanding (MoU) juga akan ditandatangani oleh menteri terkait antara Indonesia dan Swedia, antara lain di bidang transportasi, airport dan AirNav.
 
Selain itu, perjanjian bebas visa juga ditengarai akan menjadi kesepakatan Swedia dan Indonesia. Namun, bebas visa ini hanya untuk paspor dinas dan paspor diplomatik.
 
Permintaan Indonesia untuk bisa bebas masuk ke Stockholm juga sempat mengalami beberapa hambatan, salah satunya adalah paspor Indonesia yang belum masuk persyaratan dari pemerintah Swedia serta IKAO, serta terkait dengan kedatangan pengungsi.
 
"Tapi kita tegaskan bahwa pelanggaran WNI di Swedia itu sangat minim, dibanding dari negara-negara lain," ungkap Dubes Bagas.
 
Untuk saat ini, Indonesia juga sudah menetapkan bebas visa dari 139 negara lain ke Jakarta, termasuk dari Swedia selama 30 hari.
 
Kunjungan Raja Swedia ini juga merupakan kunjungan kenegaraan perdana ke Indonesia. Sebelumnya, Raja Gustaf menyambangi Indonesia pada 2012 saat dirinya menjadi Ketua Pandu Dunia.
 
Kunjungan terakhir dari Indonesia ke Swedia itu terjadi pada saat 2013, yang dilakukan oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
 
Sampai saat ini, banyak negara Nordik yang sudah melakukan kunjungan ke Indonesia. Sebelum Swedia, pada November 2015 kunjungan kenegaraan dari Presiden Finlandia, sedangkan pada Oktober 2015 Ratu Denmark pun sudah mengunjungi Jakarta dan April 2015 merupakan kunjungan Perdana Menteri Norwegia.



(FJR)