Pakai Sandal di Kuil, Turis Rusia Divonis Enam Bulan Penjara

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 06 Sep 2017 15:58 WIB
peristiwa unik
Pakai Sandal di Kuil, Turis Rusia Divonis Enam Bulan Penjara
Sebuah kuil Buddha di Yangon, Myanmar. (Foto: AFP/ROBERTO SCHMIDT)

Metrotvnews.com, Nyaung-U: Seorang warga Rusia divonis hukuman penjara selama enam bulan dan juga disuruh kerja paksa di Myanmar. Hukuman diberikan lantaran wanita itu memakai sandal di kuil Buddha dan melanggar aturan visa.

Myanmar Times melaporkan, Rabu 6 September 2017, wanita itu sudah menjalankan masa tahanannya selama sebulan. Sebelumnya, ia memasuki tiga kuil di Kota Nyaung-U dekat Mandalay. Hukumannya ditambah enam bulan lagi karena melanggar persyaratan visa Myanmar.

Pihak berwenang menyebut, hukuman yang diberikan kepada turis itu termasuk ringan. Pasalnya, untuk pelanggaran visa, biasanya dikenakan hukuman penjara hingga lima tahun.

"Ketika dia memasuki pagoda dengan alas kaki, semua orang, termasuk pengawas kuil sudah berusaha menghentikannya," ujar salah seorang pejabat departemen imigrasi Myanmar, sebagaimana dilansir Asian Correspondent.

Sayangnya, wanita itu tidak mengindahkan peringatan tersebut. Dia bahkan dengan lancang meminta diperlihatkan aturan yang melarang penggunaan alas kaki di dalam pagoda.

Karena perbuatannya tersebut, wanita itu dikenakan denda sebesar USD370. Namun, dia menolak membayarnya sehingga akhirnya dibui.

"Dia seharusnya tahu memakai alas kaki di pagoda tidak sesuai dengan kebiasaan di Myanmar," ucap salah satu penjual kerajinan tangan.

Myanmar, yang menganut praktik Budhisme Theravada, masih memegang teguh nilai-nilai adat tradisional. Hal tersebut membuat sebagian turis harus berhadapan dengan hukum karena ketidaktahuan mereka.

Oktober tahun lalu, seorang warga Belanda dipenjara tiga bulan akibat mencabut pengeras suara di kuil agar dirinya bisa tidur dengan tenang.



(WIL)

Bersama Membantu Rohingya

Bersama Membantu Rohingya

1 hour Ago

AUNG San Suu Kyi oleh dunia internasional sesungguhnya dinilai memiliki semua prasyarat yang diperlukan…

BERITA LAINNYA