Pengamat: Rudal Korut Bisa Capai Los Angeles

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 29 Jul 2017 15:08 WIB
nuklir korea utara
Pengamat: Rudal Korut Bisa Capai Los Angeles
Korut kembali tembakkan misil balistik antarbenua yang kedua kalinya. (Foto: KCNA).

Metrotvnews.com, Washington: Pada Jumat 28 Juli, Korea Utara (Korut) kembali melakukan uji coba rudal balistik antar benua (ICBM). Pengamat menyebut rudal itu bisa menghantam Los Angeles, Amerika Serikat (AS).
 
Pengamat gabungan dari AS, Korea Selatan (Korsel) dan Jepang melakukan analisa mengenai peluncuran baru dari rudal Korut di Mupyong-Ni. Lokasi peluncuran berada di dekat perbatasan Korut dan Tiongkok. 
 
 
Diketahui, rudal tersebut terbang selama 45 menit dengan menempuh ketinggian 3.700 kilometer dan jarak 1.000 kilometer.
 
"Jika rudal itu ditembakkan dari lokasi standar dan datar, kemungkinan kota besar di AS seperti Los Angeles, Denver dan Chicago bisa terkena tembakan. Bahkan sangat besar kemungkinan rudal ini bisa mencapai New York dan Boston," ujar ahli rudal dari Union of Concerned Scientists, David Wright, seperti dikutip CNN, Sabtu 29 Juli 2017.
 
Sementara kepala staf gabungan Korsel menyebutkan, pihaknya memperkirakan bahwa rudal balistik yang baru ini, jauh lebih canggih dibanding yang sudah diluncurkan sebelumnya. Para ahli juga menyebutkan Korut memiliki kemampuan membuat rudal yang bisa menghantam Alaska.
 
Meskipun bisa memperkirakan jarak dari rudal terbaru Korut, para pengamat tidak bisa memperkirkan seberapa besar muatan yang bisa dibawa oleh rudal ini. Semakin berat muatan, maka semakin pendek jarak tempuh rudal.
 
Kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) pada Sabtu 29 Juli menyebutkan, rudal yang diluncurkan oleh Korut ini diketahui bernama Hwasong-14. Rudal itu merupakan rudal yang sama diuji coba awal bulan ini.
 
"Uji coba pada Jumat itu didesain untuk memperlihatkan jarak tempuh maksimum dari Hwasong-14 yang dilengkapi hulu ledak nuklir berukuran besar," sebut KCNA.
 
"Washington (AS) harus melihat peluncuran rudal ini sebagai peringatan keras," imbuhnya.
 
Kecaman Trump
 
Presiden AS Donald Trump mengecam keras peluncuran rudal dari Korut. Trump melihat hal ini sebagai ancaman besar.
 
"Ancaman besar bagi dunia. Senjata ini dan uji coba yang dilakukan Korut makin membuat mereka terisolasi," pernyataan Trump.
 
"Amerika Serikat akan mengambil langkah tepat guna memastikan keamanan dari wilayah AS dan melindungi sekutu di kawasan," tegasnya.
 
Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Joseph F.Dunford dan Komandan Wilayah Pasifik AS Laksamana Harry Harris langsung menghubungi rekannya di Korsel, Laksamana Lee Sun Jin mengenai rudal Korut ini. Mereka menyatakan komitmen untuk melindungi Korsel.
 
 
Beberapa jam setelah komunikasi itu, militer AS dan Korsel melakukan latihan dengan peluru organik sebagai bentuk respons. Latihan itu termasuk melepaskan tembakan ke laut.
 
Tiongkok kecam Korut
 
Sebagai sekutu terdekat Korut, Tiongkok mengeluarkan pernyataan mengecam uji coba rudal Hwasong-14. Tiongkok mendesak Korut untuk menghentikan aktivitas yang bisa meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.
 
"Dewan Keamanan PBB memiliki aturan jelas mengenai aktivitas Korut yang menggunakan teknologi rudal balistik," pungkas Juru Bicara Kemenlu Tiongkok, Geng Shuang.
 
"Tiongkok menentang seluruh kegiatan uji coba peluncuran rudal yang melanggar resolusi DK PBB dan komunitas internasional," tuturnya.
 
Pernyataan Tiongkok membuka posisi mereka terhadap program rudal Korut selama ini. Sebelumnya Menlu AS Rex Tillerson mengatakan bahwa Tiongkok dan Rusia harus aktif berupaya agar Korut menghentikan program rudalnya.



(FJR)